Headlines News :
Home » , » Camat dan Lurah Kurang Baik Masih Diberikan Kesempatan Kedua

Camat dan Lurah Kurang Baik Masih Diberikan Kesempatan Kedua

Written By Metro Post News on Rabu, 05 Maret 2014 | 10.25

Jakarta - Sejak dilantik pada 27 Juni 2013, camat dan lurah hasil lelang jabatan sudah bekerja selama tujuh bulan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DKI melakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap kinerja camat dan lurah tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, bagi camat dan lurah yang mendapatkan nilai memuaskan akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan promosi ke jabatan yang lebih tinggi. Mereka bisa menjadi asisten deputi gubernur, wakil kepala dinas, hingga walikota.
“Sedangkan yang memiliki nilai jelek atau kurang baik akan diprioritaskan untuk memperoleh pembinaan untuk perbaikan. Artinya, mereka masih diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau tidak bagus juga, ya kita pindahkan ke tugas lain yang lebih sesuai dengan kemampuannya,” kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (4/3).
Menurut Ahok, hasil penilaian IKM memang belum sesuai dengan harapan. Namun, dilihat dari sisi positifnya, pelayanan publik di kantor kelurahan dan kecamatan sudah lebih baik dibandingkan sistem yang lama.
“Memang belum sesuai dengan harapan. Tetapi sudah jauh lebih baik dari sistem yang lama. Sekarang sudah terasa berbeda. Jadi konsep Pak Gubernur menjadikan kantor pelayanan di DKI seperti perbankan sudah terwujud di kantor kelurahan dan kecamatan,” ucap Ahok.
Dari penilaian tersebut, mantan Bupati Belitung Timur ini melihat ada perbedaan penilaian masyarakat dengan penilaian kinerja camat dan lurah dari atasannya langsung, yaitu walikota di wilayahnya masing-masing.
Ada daerah yang rawan ternyata tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi, karena camat dan lurahnya melayani warga dengan baik. Tetapi ada juga lurah dan camat yang sama-sama bermain dalam menjalankan tugasnya.
“Kita juga sudah cocokkan hasil penilaian IKM dengan hasil survei Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) DKI. Hampir semua nilainya relatif baik,” ujarnya.
Memang diakuinya ada nilai IKM lurah dan camat kurang baik atau mendapat nilai C dari masyarakat. Biasanya itu diberikan warga di daerah penggusuran, seperti Tanah Tinggi dan Pluit.
“Lurah Pluit itu dapat nilanya jelek tuh, masyarakat nggak puas sama dia, karena warganya digusur. Ada juga walikota yang kasih nilainya tinggi, seperti Jakarta Barat. Semua lurah dan camatnya dikasih A semua. Terlalu baik kasih nilainya. Ada juga yang ngasih nilainya pelit, seperti Walikota Jakarta Utara,” tuturnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah