Headlines News :
Home » , , » Dana Bantuan Percetakan Sawah di Desa Kapulano Terindikasi Jadi “Lahan Korupsi” Pengurus Kelompok Tani Mepokoaso

Dana Bantuan Percetakan Sawah di Desa Kapulano Terindikasi Jadi “Lahan Korupsi” Pengurus Kelompok Tani Mepokoaso

Written By Jainal Fatmi on Kamis, 06 Maret 2014 | 16.55

KONUT, SULTRA, MP - Lembaga Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lagi ganas-ganasnya memberantas para koruptor bagaikan singa mencari mangsa hingga tak sedikit para penguasa atau pejabat yang terseret dalam jarring KPK.

Namun Kelompok Tani Mepokoaso sedikitpun tidak terlintas rasa takut atas kinerja KPK saat ini. Pasalnya bantuan percetakan sawah seluas 50 Ha dengan total anggaran Rp.500.000.000 (lima ratus Juta rupiah) yang diperuntukkan kepada Masyarakat, hanya tersalur 20% dari total anggaran.

Total tersebut ditafsirkan setelah wartawan Metro Post melakukan konfirmasi beberapa masyarakat yang terdaftar selaku penerima bantuan percetakan sawah. Penyelewengan terindikasi dari rekayasa data oleh pengurus kelompok tani mepokoaso, daftar nama-nama masyarakat yang persawahannya sudah jadi seluas 31 Ha dimasukan ke kelompok penerima bantuan percetakan sawah.

Padahal bantuan tersebut dianggarkan buat lahan sawah yang belum dikelola oleh pemiliknya. Selain merekayasa data persawahan, para pengurus menjelaskan adanya pemotongan dana senilai Rp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah) per Hektar dari total anggaran yang diterima masyarakat senilai Rp. 10.000.000, (Sepuluih juta rupiah) perhektar guna pembiayaan pengadaan hand Traktor 2 unit, biaya pembabatan dan pembuatan pematang sehingga masyarakat nantinya menerima sisa Rp. 5.500.000,- (Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) Perhektar.

Adapun rincian pemotongan yang dijelaskan oleh para pengurus seperti hand traktor 2 unit dengan jumlah pemotongan Rp. 2.500.000./Ha Pembabatan Rp. 1.000.000/Ha dan pembuatan pematang sawah senilai Rp. 1.000.000/Ha. Pemotongan yang dilakukan para pengurus kelompok tani membuat masyarakat saling bertanya, sebab apanya lagi yang akan dilakukan pembabatan dan pembuatan pematang sawah sementara sawah mereka sawah yang sudah jadi.

Pada saat masyarakat penerima, menerima pemberian dari para pengurus masyarakat semakin kecewa, sebab apa yang mereka dapatkan tidak sesuai lagi seperti apa yang disampaikan oleh para pengurus. Para pengurus memberikan dana kepada Masyarakat penerima bukan lagi sejumlah Rp. 5.500.000 (Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)/Ha tetapi bervariasi, sebagaimana yang dipaparkan beberapa masyarakat penerima kepada Metro Post antara lain, Erik menerima Dana sebanyak Rp. 6.000.000,- dengan luas sawah tiga hektar,  H. Safire mendapat dana Rp. 2.400.000,- dengan luas sawah satu Hektar, Tola mendapat bayaran Rp. 2.000.000,- dengan luas sawah ½ Hektar, Basir mendapat bayaran Rp.8.000.000,- dengan luas sawa 2 ½ Ha serta ada beberapa masyarakat yang nama-namanya masuk dibantuan percetakan sawah namun mereka tidak mendapat dana dengan alas an tempat tinggal mereka didesa lain, seperti  Bustam dengan luas sawah 1 Ha, Sumaeni dengan luas sawah 2 Ha, Abubakar dengan luas sawah 3 Ha, Patola dengan luas sawah 80 Are.

Dan beberapa masyarakat lain yang tidak sempat ditemui wartawan Metro Post. Selain masyarakat Penerima yang sawahnya sudah jadi, salah seorang masyarakat yang sedang mengerjakan sawahnya, sejenak meninggalkan pekerjaannya mendekati wartawan Metro Post atas nama Pak Ismail “Kalau saya pa, saya Cuma dapat bibit gabah 45 Liter, 1 Karung Pupuk, 2 kaleng DMA dan 1 Kaleng Nekson (racun rumput) sementara uangnya saya tidak dapat dengan alasan sawah saya belum jadi hanya didatangkan berupa barang”.

Sebagaimana hasil konfirmasi dan keterangan dari beberapa masyarakat, sangat memprihatinkan apalagi seperti yang dilakukan kepada pak Ismail justru dia dan tean-temannya yang seluas 19 Ha sawah belum jadi yang justru alokasi dana yang diturunkan didesa Tondowatu ini seperti keadaan sawah mereka yang belum jadi sementara nilainyapun belum tentu mencapai satu jutaan Rupiah. Setelah Metro Post melakukan konfirmasi dimasyarakat penerima bantuan percetakan sawah, Metro Post langsung berusaha menemui Bunyoman selaku ketua kelompok tani Mepokoaso dan pada saat ditemui membenarkan paparan dari beberapa Masyarakat “Benar Pak apa yang dikatakan Ismail dia hanya mendapatkat bibit gabah sebanyak 30 Kg 1 Karung Pupuk 2 kaleng Racun Rumput DMA dan 1 kaleng Nekson sebab dia Cuma tau kelar, kontraktor pemenang tender yang mengerjakan sawahnya sebab sawah yang belum jadi dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender”.

Apa yang dipaparkan oleh Bunyoman selaku ketua kelompok tani Mepokoaso sangat meragukan, sebab apa yang dipaparkan tersebut tidak sesuai fakta dikarenakan saat wartawan Metro Post melakukan konfirmasi dengan beberapa masyarakat di area persawahan tidak melihat papan proyek pemenang tender dan sesuai fakta lagi pak Ismail pemilik lahan sawah yang belum jadi sedang mengerjakan sendiri sawahnya sesuai gambar yang ada, olehnya itu sangat diharapkan baik dari Kejati, BPKAP dan Tipikor segera melakukan Investigasi kearea persawahan untuk segera menindaklanjuti berdasarkan pemberitaan ini dan sebagaimana yang diharapkan masyarakat desa Kapulano Kec. Motui Kab. Konut khususnya masyarakat yang dikorbankan.(RUDIA)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah