Headlines News :
Home » , » Tiga Camat dan Empat Lurah Dapat Nilai IKM C

Tiga Camat dan Empat Lurah Dapat Nilai IKM C

Written By Metro Post News on Selasa, 04 Maret 2014 | 20.24


Jakarta - Dari hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap kinerja camat dan lurah hasil lelang jabatan, terdapat tiga camat dan empat lurah yang mendapatkan nilai C atau kurang baik,
Ketiga camat tersebut adalah Camat Penjaringan dengan nilai IKM 62,49 persen dan Camat Cilincing dengan nilai IKM 61,39 persen, keduanya di Jakarta Utara. Kemudian Camat Tanah Abang (Jakarta Pusat) dengan nilai IKM 61,58 persen.
Sedangkan empat lurah yang mendapatkan nilai IKM kurang baik adalah Lurah Pulau Kelapa 57,51 persen, Lurah Jelambar 60,26 persen, Lurah Krendang 54,17 persen dan Lurah Duri Pulo 61,56 persen.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga menerangkan metodologi lelang jabatan merupakan metode yang baru diterapkan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga harus diuji dulu sampai sejauh mana metodologi tersebut berhasil meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik para camat dan lurah.
"Penilaian itu dilakukan dalam tiga tahap penilaian, yaitu penilaian berjenjang. Jadi lurah dan camat dinilai oleh atasannya secara berjenjang, mulai dari asisten, Sekretaris Kota, Bawasko dan Walikota," kata Made di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (4/3).
Tahap kedua, penilaian dengan melakukan survei yaitu cacah langsung oleh petugas yang ditunjuk untuk mewawancarai warga yang baru saja keluar dari kantor lurah maupun camat. Atau memperoleh pelayanan langsung di kelurahan dan kecamatan.
"Penilaian tahap ketiga adalah kita memberikan bobot nilai tambahan terhadap daerah yang tantangannya lebih besar, seperti rawan banjir, kebakaran dan sebagainya. Nanti setiap daerah dikasih nilai plus," ujar Made.
Dari hasil penilaian tersebut, akan terlihat adanya perbedaan penilaian kinerja camat dan lurah. Ada camat dan lurah yang nilai IKM mendapatkan C (kurang baik), tetapi berdasarkan penilaian berjenjang pimpinannya mendapatkan nilai A (sangat berkompeten) dan B (berkompeten).
"Biasanya camat dan lurah yang mendapatkan IKM nilainya C adalah yang memimpin di daerah penggusuran atau penertiban, seperti Tanah Abang dan Pluit. Karena warga marah sedangkan jajaran di atasnya menilai bagus. Sehingga terlihat paradoks," jelasnya.
Secara umum, ungkap Made, penilaian IKM terhadap kinerja camat dan lurah rata-rata warga Jakarta menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan kedua aparat frontliners ini. Lalu secara rata-rata masyarakat Jakarta menilai kinerja camat dan lurah hasil lelang jabatan, lebih baik dibandingkan dengan pejabat sebelum lelang jabatan.
"Bahkan lebih dari 80 persen masyarakat sudah setuju dengan kebijakan lelang jabatan camat dan lurah. Sisanya 20 persen menyatakan tidak tahu dan tidak setuju," kata
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah