Headlines News :
Home » , » RSUD Budhi Asih Diserbu CPNS

RSUD Budhi Asih Diserbu CPNS

Written By Metro Post News on Rabu, 16 April 2014 | 19.43

Jakarta - Suasana penuh sesak terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Rabu (16/4).
Di sejumlah loket pendaftaran terlihat antrian cukup panjang. Selain warga berobat, rumah sakit ini juga diserbu ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan melakukan tes kesehatan dan kejiwaan.
Para CPNS yang telah dinyatakan lulus tes tertulis ini harus menyertakan berkas pemeriksaan kesehatan, kejiwaan, dan narkoba agar dapat diangkat menjadi PNS. Namun, dari lima wilayah yang ada di Jakarta, hanya tiga rumah sakit yang ditunjuk. Membludaknya CPNS juga disebabkan waktu yang sangat terbatas.
"Saya baru diberitahu kemarin, dan ditunggu sampai Sabtu, jadi mau tidak mau sesegera mungkin," kata salah seorang CPNS bernama Alfi (33).
Calon tenaga pengajar di Sekolah Dasar Negeri Tanjung Barat, Jakarta Selatan ini sejak pukul 06.30 WIB datang ke RSUD Budhi Asih. Namun hingga sekitar pukul 10.00 WIB, Alfi masih mengantri. "Saya dari pagi datang, tapi karena pendaftaran CPNS dan pasien digabung, jadinya lama. Harusnya dipisah," kata warga Depok, Jawa Barat ini.
Alfi mengaku heran dengan mekanisme pemeriksaan kesehatan ini. Dalam pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) disebutkan, pemeriksaan dapat dilakukan di setiap rumah sakit milik pemerintah. Namun, Dinas Pendidikan selanjutnya mengumumkan hanya menunjuk RSUD Tarakan, RSUD Pasar Rebo, dan RSUD Budhi Asih.
Sementara untuk pemeriksaan bebas narkoba harus dilakukan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). "Ternyata ditunjuk oleh dinas masing-masing. Teman ada yang sudah periksa di rumah sakit lain ternyata tidak diterima," ungkapnya.
Membludaknya CPNS ini dikeluhkan pasien umum. Mereka yang ingin berobat terpaksa menunggu berjam-jam sebelum dilayani. Menggunakan kursi roda, salah seorang pasien bernama Mulyana (56) mengaku sudah berada di rumah sakit sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, hingga pukul 10.00 WIB, Mulyana yang menderita sakit pinggul ini belum juga dilayani. "Rencananya mau kontrol tapi jadi terhambat," katanya.
Seharusnya, kata Mulyana, pasien dan CPNS yang akan periksa kesehatan dipisah. Dengan demikian, pelayanan rumah sakit tidak akan terganggu.
Humas RSUD Budhi Asih, Hamonangan Sirait menuturkan, pelayanan terhadap CPNS ini telah berlangsung sejak lima hari lalu. Setiap harin, kata Hamonangan, pihaknya melayani sebanyak 200 hingga 300 CPNS yang ingin memeriksakan kesehatannya. Sejauh ini, hal tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada para pasien.
"Pendaftarannya saja yang digabung, untuk pemeriksaannya jelas dipisah. Ini kan hanya musiman, tidak setiap hari," katanya.
Suara Pembaruan
Penulis: F-5/WBP
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah