Headlines News :
Home » , , » Wabup Wajo Harap Lahir Program-program Inovatif dari Desa

Wabup Wajo Harap Lahir Program-program Inovatif dari Desa

Written By Metro Post News on Selasa, 08 April 2014 | 18.01

SENGKANG, Humas - Wakil Bupati Wajo, Andi Syahrir Kube Dauda, berharap pemerintah desa dan kelurahan lebih pro aktif dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah masing-masing. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati saat membuka kegiatan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan BPMPDK Kabupaten Wajo dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan di ruang pola kantor daerah, Kamis (3/4/2014).

"Saya terkesan dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir. Tetapi kegiatan ini jangan hanya terlihat dari kuantitasnya, tetapi ada out put yang dihasilkan antara BPMPDK dengan pemerintah desa dan kelurahan dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah masing-masing," ujar Andi Syahrir.

Wabup berharap melalui sinkronisasi pelaksanaan kegiatan BPMPDK dengan pemerintah desa dan kelurahan tersebut bisa lahir program-program inovatif dari desa dan kelurahan.

"Potensi sumber daya alam di Kabupaten Wajo masih banyak yang berpotensi untuk dikembangkan. Seperti sumber daya perikanan yang jika dikembangkan bisa menghasilkan produk turunan seperti abon yang bisa memberi nilai tambah," imbuh Wakil Bupati.

Wabup juga menekankan pemerintah desa dan kelurahan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

"Perangkat pemerintahan desa dan kelurahan harus selalu stand by di kantor, termasuk kepala urusan juga difungsikan. Ke depan, melalui kordinasi dengan Pak Bupati juga bisa ada sidak ke kantor-kantor desa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPMPDK Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri, mengatakan kegiatan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan BPMPDK Kabupaten Wajo dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan ini merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk lain dari rapat koordinasi antara kepala desa dan lurah.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun komitmen bersama antara BPMPDK dengan pemerintah desa dan kelurahan dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Wajo," kata Syamsul Bahri.

Dalam laporannya, Syamsul Bahri juga mengungkapkan dua desa saat ini yang belum memiliki kantor desa, yakni Desa Keera dan Lampulung. Sementara tiga desa dalam kondisi rusak ringan dan sepuluh desa dengan kondisi rusak berat.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah