Headlines News :
Home » , » Ganjar Imbau Warga Sekitar Gunung Merapi dan Slamet Tenang

Ganjar Imbau Warga Sekitar Gunung Merapi dan Slamet Tenang

Written By Metro Post News on Kamis, 01 Mei 2014 | 20.37

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan perhatian serius akan meningkatnya status Gunung Merapi dan Gunung Slamet. Ia meminta kepada warga yang berada di sekitar dua gunung di wilayah Jateng itu untuk tidak panik menghadapi ancaman musibah.

"Kami melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) akan menginformasikan terus menerus, bagaimana perkembangan aktivitas kedua gunung itu kepada masyarakat," ujar Ganjar di Semarang, Kamis 1 Mei 2014.

Untuk menanggulangi berbagai kemungkinan erupsi kedua kedua gunung itu, jelas Ganjar, pihaknya memerintahkan seluruh jajarannya, baik Pemprov Jateng maupun kabupaten/kota untuk bersiaga. "Sejak tadi malam, saya perintahkan semua 'stand by'," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai bahwa saat ini masyarakat di sekitar Merapi dan Slamet telah terhitung siap dalam menghadapi kemungkinan ancaman musibah yang sewaktu-waktu muncul. Sebab, pihaknya mempunyai  pengalaman panjang tentang penanganan terhadap kebencanaan.

"Insya Allah, masyarakat di Gunung Merapi dan Gunung Slamet relatif lebih siap. Selain itu, kami sudah punya pengalaman yang bagus dalam penanganan," kata dia.

Menanggapi adanya kerusakan akses jalan menuju posko pengungsian Merapi akibat seringnya dilewati truk galian C, tepatnya di Kabupaten Klaten dan Magelang, Ganjar mengaku bahwa untuk perbaikan akses jalan saat ini tidak bisa langsung dibenahi dalam waktu singkat.

Ganjar pun mengaku kecewa terhadap kinerja Pemkab Magelang yang sebelumnya diberikan instruksi terkait perbaikan infrastruktur jalan yang sering dilewati truk galian C itu, tetapi pemkab justru lambat meresponsnya. Akibatnya, kerusakan jalur evakuasi tersebut dikhawatirkan membahayakan masyarakat yang mengungsi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi.

"Saya pernah minta pengalihan jalur untuk mengangkut material galian yang menyebabkan kerusakan jalur evakuasi, tetapi kayaknya Pemkab Magelang agak lambat sehingga akan saya dorong lagi," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengungkapkan bahwa jalur evakuasi pengungsi di dua daerah terkait dengan ancaman erupsi Gunung Merapi, perlu segera diperbaiki karena saat ini dalam kondisi rusak yang dilewati truk galian C.

Jalur evakuasi yang rusak itu, lanjut Sarwa, aksesnya menuju ke tiga tempat pengungsian di Klaten dan empat tempat pengungsian di Magelang yang telah dibangun permanen sejak 2013.

Gunung Merapi yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu 30 April 2014, pukul 10.00 WIB sudah 44 kali mengeluarkan letusan asap kelabu dengan tinggi satu kilometer. Selain itu, Merapi mengeluarkan 30 kali kali sinar api dan lontaran lava pijar setinggi 150-600 meter. Hal itu menyebabkan perubahan status dari normal ke waspada
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah