Headlines News :
Home » , , » Kejari Jaktim Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Normalisasi Saluran

Kejari Jaktim Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Normalisasi Saluran

Written By Metro Post News on Jumat, 30 Mei 2014 | 11.55

Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menetapkan dua tersangka berinisial IS dan MS merupakan rekanan kedua proyek tersebut, dalam kasus dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek normalisasi saluran di Jakarat Timur yang merugikan negara sekitar Rp 650 juta.
Normalisasi tersebut berada di RW XIII, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, dan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Untuk kasus dugaan korupsi di Suku Dinas (Sudin) Pekerjaam Umum (PU) Tata air DKI Jakarta dalam proses penyidikan, kami sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Untuk proyek normalisasi di RW 13, Pondok Kelapa tersangka berinisial IS, dan untuk normalisasi di Jalan I Gusti tersangka berinisial MS. Mereka berdua merupakan rekanan karena dalam penyidikan ini kami mencari siapa yang paling bertanggung jawab," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari Jaktim, Silvia Desty Rosalina di Jakarta, Jumat (30/5).
Dikatakan, Kejari Jaktim telah mengusut kasus ini sekitar satu bulan, dan telah memeriksa 12 saksi dari pihak rekanan, Sudin PU Tata Air, konsultan pengawas, dan konsultan perencana. Dalam pemeriksaan tersebut, pengerjaan kedua proyek tidak sesuai dengan spesifikasi.
"Ditemukan pengerjaan tidak sesuai spesifikasi seperti lantai saluran yang seharusnya dari beton, hanya dibuat dari rangka dengan satu besi. Contohnya seperti itu," jelasnya.
Kasie Intel Kejari Jaktim, Asep Sontani mengatakan, akibat penyimpangan itu, negara dirugikan Rp 650 juta. Dalam pengerjaan proyek normalisasi saluran di Jalan RW 13, Kelurahan Pondok Kelapa negara dirugikan sekitar Rp 275 juta dari total anggaran sebesar Rp 1,4 miliar. "Sementara dengan anggaran sebesar Rp 925 juta untuk pengerjaan normalisasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, negara dirugikan sekitar Rp 375 juta," tambahnya.
Asep menegaskan, tidak menutup kemungkinan, kasus ini melibatkan pejabat Sudin PU Tata Air. "Masih dalam pengembangan karena tidak mungkin rekanan bertindak sendiri pasti ada yan lain dan saat masih dalam penyidikan," ungkapnya.
Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 juncto pasal 55 ayat 1 UU 31 tahun 99 tentang dirubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tipikor ancaman hukumannya maksimal 20 tahun.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah