Headlines News :
Home » , , » Kepsek SDN 09 Makasar Bisa Dijerat 5 Tahun Penjara

Kepsek SDN 09 Makasar Bisa Dijerat 5 Tahun Penjara

Written By Metro Post News on Selasa, 06 Mei 2014 | 21.09

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menilai kasus kekerasan yang terjadi di SDN 09 Makasar, Jakarta Timur dapat menjadikan pihak kepala sekolah serta guru dijerat hukuman selama lima tahun penjara sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

"Kalau memang terjadi pembiaran, misalkan sudah dilaporkan adanya unsur kekerasan namun dibiarkan, maka kepala sekolah atau guru bisa dikenakan pasal pembiaran," ujar Arist kepada INILAHCOM, Senin (5/5/2014).

Berdasarkan Pasal 78 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan, setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat, padahal anak itu harus dibantu, maka dapat dipidanakan dengan hukuman lima tahun penjara atau denda sebesar Rp100 juta.

Menurutnya, jika unsur kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah itu sudah diketahui oleh korban atau keluarga korban, namun pihak sekolah tidak merespon, maka dapat dikatakan pihak sekolah lalai.

Tak hanya, pihak sekolah juga dianggap gagal mempengaruhi nilai-nilai terhadap siswa. Karena sampai 'kecolongan' terhadap kejadian kekerasan diantara anak didiknya.

"Karena terjadi di lingkungan sekolah, kepala sekolah harus bertanggungjawab. Karena itu penanganannya harus bijak," tambahnya.

Sebelumnya, seorang siswa kelas V SDN 09 Makasar, Jakarta Timur bernama Renggo (11) tewas setelah mendapat penganiayaan dari kakak kelasnya yang berinisial SY.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (28/4/2014) lalu, ketika korban dengan pelaku bersenggolan di sebuah tangga sekolah, hingga mengakibatkan pisang cokelat yang sedang dipegang pelaku terjatuh.

Karena tak terima, pelaku pun langsung menghampiri korban dan melakukan pemukulan di ruang kelas korban.

Sejak peristiwa pemukulan itu, korban mengalami sakit dan tidak masuk sekolah selama dua hari. Setelah diperiksakan ke dokter, korban mangaku telah dianiaya kakak kelasnya sampai mengalami lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Dan pada Minggu (4/5/2014) dini hari, korban menghembuskan nafas terakhirnya setelah dirawat di RS Polri Kramatjati, sejak Sabtu (3/5/2014). Saat ini jenazah telah dimakamkan di TPU Asem, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur.[bay]
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah