Headlines News :
Home » » Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai Akhir 2015

Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai Akhir 2015

Written By Metro Post News on Jumat, 30 Mei 2014 | 11.57

Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memastikan pengeboran bawah tanah untuk stasiun MRT akan dimulai pada akhir tahun 2015. Sebab, tunnel bor machine (TBM) atau mesin bor terowongan baru datang pada akhir tahun depan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, hingga saat ini pihaknya sedang mempersiapkan konstruksi skala besar untuk membuat penguatan dinding dan station box (kotak stasiun).
Station box tersebut akan menjadi pintu masuk bagi mesin bor terowongan. Pengeboran menggunakan mesin bor terowongan akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Senayan.
"TBM (mesin bor) mulai masuk dari Bundaran HI menuju selatan, yaitu Senayan. Makanya disiapkan dulu kotaknya, supaya TBM bisa masuk dengan mudah. Cara yang sama untuk mengeluarkan TBM-nya," kata Dono, Kamis (29/5).

Alat TBM tersebut, lanjutnya, belum ada di Jakarta. Namun, PT MRT Jakarta telah melihat prototipe dan cara bekerjanya. Kemungkinan besar alat TBM yang akan digunakan dari teknologi Jepang atau Jerman.

"Makanya minimal guide wall atau penahan dinding itu harus sudah selesai di awal tahun depan. Sehingga bisa lakukan pendatangan TBM," ujarnya.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, M Nasyir membenarkan tunnel bor machine akan tiba di Jakarta pada akhir 2015 mendatang. Sebelum mesin bor tersebut tiba, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan PT MRT Jakarta.

Di antaranya, pembuatan soil pond yaitu tempat penampungan sementara tanah galian sebelum diangkut. Serta guide wall atau dinding stasiun di sisi barat, agar tanah tidak amblas saat dibor.

"Pembuatan guide wall pada sisi barat ini adalah untuk shaft area, yang merupakan salah satu tahap awal untuk pembuatan launching shaft atau jalur masuk bagi alat bor yang akan digunakan untuk membangun jalur MRT bawah tanah. Sesuai rencana mesin bor akan datang pada akhir 2015 mendatang," jelas Nasyir.
Pekerjaan pembuatan guide wall sudah dilakukan sejak 27 Mei lalu. Sebagai dampak dari pengerjaan ini, halte Transjakarta Bundaran HI telah ditutup. Karena untuk melakukan pekerjaan membutuhkan area yang cukup luas.

Akibat adanya pembangunan ini akan berdampak juga dengan arus lalu lintas. Akan ada perubahan jalur ke arah utara menjadi tiga lajur normal. Sementara untuk lajur busway di sisi timur area konstruksi bisa dilintasi oleh kendaraan reguler juga atau mix traffic. Sedangkan jumlah jalur ke arah selatan tidak ada perubahan, yakni lima lajur normal dan satu lajur busway.

Seperti yang diberitakan, pengerjaan persiapan konstruksi skala besar ini akan dilakukan selama bulan Mei 2014. Diharapkan pada akhir Mei sudah rampung. Sehingga pada awal Juni, sudah bisa dilakukan pekerjaan konstruksi skala besar.

Selain pekerjaan pembuatan soil pond dan guide wall, pekerjaan skala besar yang dilakukan yakni test pit (tes kekuatan tanah), pengalihan lajur atau detour, relokasi halte bus Transjakarta serta rekayasa lalu lintas di area yang sedang dilakukan pekerjaan. Termasuk juga persiapan penutupan satu lajur kendaraan.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah