Headlines News :
Home » , » Warga Gading Residence Keluhkan Penutupan Saluran Air

Warga Gading Residence Keluhkan Penutupan Saluran Air

Written By Metro Post News on Sabtu, 17 Mei 2014 | 11.58

Jakarta - Jengkel karena tidak diperhatikan suaranya oleh pihak pengembang selama ini, warga permukiman elite Gading Residence, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, mengadu ke Wali Kota Jakarta Utara.
Pengaduan warga itu dikarenakan pengembang PT Ranggi Griya Megaguna menutup saluran air permukiman dengan ditimbun tanah dengan dalih pemanfaatan ruang untuk pembangunan ruko.
Akibat penutupan saluran air tersebut setiap kali hujan deras datang, saluran air tidak bisa mengalir ke kali yang ada di jalan Pegangsaan Dua sehingga meluber ke permukiman warga.
Magdalena (62) warga Gading Residence mengatakan gorong-gorong saluran air yang seharusnya mengalir dari permukiman komplek perumahannya ke kali Pegangsaan Dua ditutup.
“Tadinya sebelum dibangun ruko setahun yang lalu, saluran air masih lebar dan bisa mengalirkan buangan air dari permukiman ke kali. Tapi setelah saluran air ditutup karena dipakai untuk dibangun ruko, perumahan kami setiap hujan pasti banjir,” ujar Magdalena kepada SP, Sabtu (17/5).
Magdalena mengaku sudah mengadukan masalah ini ke pihak kelurahan dan kecamatan, namun belum ada tindakan tegas.
“Makanya kami adukan pengembang ini ke Wali Kota Jakarta Utara supaya mereka mendengarkan suara warga,” kata Magdalena.
Warga lainnya, Fulus Wijaya (45) juga mengeluhkan sikap pengembang yang tidak lagi mempedulikan fasilitas yang ada di dalam komplek Gading Residence.
“Pembangunan Ruko oleh pihak pengembang memakai bahu jalan jalur lambat untuk menaruh barang-barang maetrial bangunan sehingga kami tidak bisa melintas,” ujar Wijaya.
Menolak Bertemu
Wijaya juga mengeluhkan parkir mobil dari sekolah Raflessia yang bersebelahan dengan ruko yang sedang dibangun karena menghalangi jalan warga yang akan masuk ke Gading Residence.
“Yang paling kami keluhkan adalah masalah saluran air, saluran air dulunya sebelum dibangun ruko itu tidak kebanjiran, namun setelah ditutup kami jadi kebanjiran,” keluh Wijaya.
Wijaya pernah mengajak bicara pihak pengembang, namun sampai saat ini tidak pernah mau ketemu dengan warga. “Padahal mereka masih memasarkan rumah-rumah baru di dalam komplek Gading Residence, namun mereka tidak menanggapi tuntutan kami,” kata Wijaya.
Wijaya juga melihat tidak ada pengelolaan pemukiman yang baik oleh pihak pengembang “Selain itu juga fasos/ fasum yang berurusan dengan pihak developer seperti jalan rusak dan lampu-lampu penerangan permukiman yang mati belum diperbaiki oleh pihak pengembang meski sudah kami minta untuk diperbaiki, tapi tidak digubris,” jelas Wijaya.
Saat SP berusaha mendatangi lokasi kantor pusat Ranggi Griya Mega Guna yang terletak di Jl. Jembatan 3 Barat Blok A No. 7, Pluit, Jakarta Utara, perusahaan yang dimaksud justru menggunakan nama PT Mega Guna Ganda Semesta.
Pihak keamanan perusahaan mengatakan Henry Sanjaya selaku pimpinan perusahaan tidak ada di tempat, dan harus membuat janji terlebih dahulu untuk bertemu, selain itu nomor telepon kantor bersangkutan tidak pernah diangkat.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemkot Jakarta Utara Satriadi Gunawan mengatakan akan melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap saluran air yang ditutup oleh pengembang,
“Kita sedang cari solusinya bagaimana supaya saluran air di Kelapa Gading Residence bisa dibuka kembali,” ujar Satriadi
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah