Headlines News :
Home » , » LKBHMI Desak Kejati Mengusut Tuntas Kasus Korupsi BP0M Sulsel

LKBHMI Desak Kejati Mengusut Tuntas Kasus Korupsi BP0M Sulsel

Written By Jainal Fatmi on Jumat, 20 Juni 2014 | 03.35

Makassar Metropost, MP -   Korupsi sebagai kejahatan yang sangat luar biasa dimana harus ditangani secara serius oleh para penegak Hukum, dimana kasus Korupsi diIndonesia tidak ada henti-hentinya bagaikan telah mengakar rumput menjadi budaya para pejabat publik,baik politisi maupun Pegawai Negeri Sipil dimana jabatan yang diembannya tak segan-segan disalah gunakan tanpa rasa takut akan hukuman yang akan diberikan atau dijatuhkan dimana pada kenyataannya membenarkan menjadikannya sebuah fakta yang tak dapat dipungkiri semua pihak terhadap sebuah proses Hukum untuk memberantas Korupsi.

     Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam berupaya menyelamatkan keuangan Negara dan Supremasi Hukum kalau bukan sakarang kapan lagi kalau bukan kita siapa lagi inilah salah satu upaya yang dilakukan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) HMI Cabang Makassar dalam menuntut sebuah proses Hukum sesuai dengan peraturan yang berlalu terhadap para pelaku Koruptor dimana salah satunya yang terjadi dalam lingkaran Instansi Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Selatan.

     Pasalnya Anggaran APBN yang bernilai kurang lebih Rp.5.890.000.000 rupiah untuk Pembangunan Proyek Jasa Konstruksi Renovasi Aula peruntukan Gedung Laboratorium Pengujian Mikrobiologi kini telihat jelas dengan kasat mata Pembangunannya terbengkalai akibat telah menjadi lahan garapan para pelaku Koruptor untuk memperkaya diri sendiri dengan bekerja sama dengan rekanan sebuah perusahaan seperti PT. Makassar Nusa Indah Sejahtera sebagai pelaksana proyek yang telah merugikan Negara Milyaran Rupiah.

      Adalah sebuah anggaran yang begitu fantastis dimana tidak sedikit sejumlah Instansi milik Pemerintah lainnya yang melakukan kebocoran-kebocoran dimana Negara dirugikan Trilyunan Rupiah setiap tahunnya tanpa tersentuh oleh aparat Hukum kendati telah tersentuh proses hukum dan status Hukum para pelaku terkesan tidak jelas hal inilah yang membuat dan telah mengundang aksi dari elemen Mahasiswa yang tergabung dalam LKBHMI seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu dalam bentuk sebuah Demonstrasi didepan Kantor Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan Provinsi Sulawesi Selatan diKota Makassar.

      Undang-undang No.31 Tahun 1999 Jo Undang-undang No.20 Tentang tindak pidana korupsi bagai tidak berarti yang dapat membuat efek jera mereka yang terseret didalamnya dalam aksi Demonstrasi oleh puluhan mahasiswa ini telah mengundang perhatian masyarakat atas tuntutan mereka diantaranya : mendesak Kejaksaan Tinggi Suselbar agar mengusut tuntas kasus dugaan Korupsi pekerjaan proyek jasa kontruksi renovasi aula peruntukan gedung laboratorium pengujian mikrobiologi yang tidak jelas peruntukannya dimana bernilai milyaran rupiah,untuk itu dalam tuntutannya mendesak Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Selatan agar transparan dalam pengunaan keuangan Negara,dan sebagai tuntutan terakhirnya dimana kasus ini Kepala Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Sulsel Muh.Guntur segera dicopot dari jabatannya.

      Dalam aksi Demonstran ini berjalan tertib dimana perwakilan Mahasiswa dan BPOM melakukan dialog terbuka yang intinya akan menindak lanjuti tuntutan para Mahasiswa dimana Muh.Guntur tidak berada ditempat karena berada didaerah dalam kunjungan kerja dimana pihak BPOM yang menerima Mahasiswa membenarkan adanya kasus korupsi dilingkungannya dan telah memutus kontrak rekan kontraktor pelaksana. (Tim)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah