Headlines News :
Home » , , » APBD DKI 2015 Diprediksi Capai Rp 81 Triliun

APBD DKI 2015 Diprediksi Capai Rp 81 Triliun

Written By Metro Post News on Senin, 07 Juli 2014 | 21.09

Jakarta - Meski Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) DKI 2014 belum disahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan draf rancangan APBD DKI 2015. Anggaran pembangunan Kota Jakarta di tahun 2015 diprediksikan mencapai Rp 81 triliun.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Andi Baso Mappapoleonro mengatakan, Bappeda DKI telah menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2015 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.
Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menyelesaikan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD DKI 2015. Rencananya, raperda tersebut akan diserahkan kepada DPRD DKI setelah Raperda APBD-P DKI 2014 disahkan menjadi Perda APBD DKI 2014.
“Saya sudah kirim KUA dan PPAS APBD 2015 kepada DPRD. Sebenarnya ingin sekaligus membahas Raperda APBD DKI 2015. Tetapi dewan inginnya menunggu APBD Perubahan ditetapkan dulu. Baru kemudian APBD DKI 2015 dibahas,” kata Andi di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (7/7).
Rencananya, draf Raperda APBD DKI 2015 akan diserahkan kepada DPRD dalam dua pekan setelah APBD-P 2014 disahkan. Diungkapkannya, nilai APBD DKI 2015 mencapai Rp 81 triliun.
“Nanti, dua minggu kemudian setelah APBD-P 2014 disahkan, kami akan kirimkan draf APBD DKI 2015. Total nilai anggaran dalam APBD DKI 2015 mencapai Rp 81 triliun,” ungkapnya.
Alokasi anggaran dalam APBD DKI 2015, lanjutnya, masih diprioritaskan untuk menyelesaikan permasalahan banjir, kemacetan dan penataan transportasi publik di Jakarta.
Juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dasar, pembangkit tenaga listrik 2.000 mega, membangun rumah susun (rusun) diatas lahan pasar.
“Untuk pembelian bus Transjakarta kita masukkan ke anggaran 2015. Kita juga bangun rusun di atas lahan pasar. Jadi ke depan, di lahan pasar, tidak hanya ada bangunan pasar dua tiga lantai. Tapi bisa sampai puluhan lantai untuk rusun,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan anggaran pembelian bus Transjakarta dan bus sedang yang tidak terlaksana tahun ini, telah dipindahkan ke dalam APBD DKI 2015. Dalam bentuk Penyertaan Modal (PMP) kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
“Kita masukkan saja ke APBD DKI 2015. Nanti kita buatkan dalam bentuk PMP kepada PT Transjakarta. Nanti BUMD ini yang akan membeli busnya,” ujar Ahok.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah