Headlines News :
Home » , » Biang Kusut Kemacetan, Ratusan Angkot di Terminal Kampung Melayu Ditindak

Biang Kusut Kemacetan, Ratusan Angkot di Terminal Kampung Melayu Ditindak

Written By Metro Post News on Senin, 22 September 2014 | 11.59

Jakarta - Petugas gabungan dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Satlantas Jakarta Timur, Sudinhub Jakarta Timur, dan UP Transjakarta menindak ratusan angkutan umum di kawasan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (22/9).
Ratusan angkutan umum ini diberi surat bukti pelanggaran (tilang) lantaran melintas di jalur Transjakarta, sehingga menyebabkan kemacetan.
Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan, penertiban ini dilakukan karena banyak keluhan dari masyarakat mengenai tingkah sopir angkutan umum, seperti metromini dan mikrolet yang tidak mengikuti trayek atau mangkal di sembarang tempat, hingga menyebabkan kesemrawutan di sekitar Terminal Kampung Melayu.
Diharapkan tindakan ini dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Kampung Melayu, dari arah Jalan Otista Raya menuju Matraman pada pagi hari maupun dari arah Matraman menuju Jalan Otista Raya pada sore hari.
"Sebelum dilakukan penertiban, sosialisasi sudah kami sampaikan. Namun masih banyak yang melanggar. Untuk hari ini saja sudah sekitar 150 kendaraan yang kami tindak. Ditambah dengan hari-hari sebelumnya, sudah lebih dari 200 kendaraan yang kami tindak," kata Hindarsono di lokasi penertiban, Jakarta, Senin (22/9).
Dikatakan Hindarsono, selain penindakan dengan memberikan surat tilang, pihaknya juga menderek angkutan umum yang surat-suratnya tidak lengkap. Sebanyak tiga hingga enam unit mobil derek disiagakan di sekitar Terminal Kampung Melayu untuk menderek angkutan umum tersebut.
"Setelah penertiban hari ini, kami siagakan sejumlah petugas di pos pemantau untuk mengurai kemacetan di Terminal Kampung Melayu," katanya.
Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Benhard Hutajulu mengatakan, penindakan dilakukan karena banyaknya sopir angkutan umum yang menjemput penumpang dengan menyalahi aturan dan menerobos marka lalu lintas yang tersedia. Bahkan, tak jarang angkutan umum melakukan contra flow yang tidak sesuai lintasannya, hingga menyebabkan kemacetan di sekitar Kampung Melayu.
"Terminal Kampung Melayu sebenarnya hanya merupakan terminal lintasan. Angkutan umum tidak berhenti lama, cukup mampir lalu melintas. Tapi banyak sopir atau bahkan penumpang yang tidak tertib dengan memberhentikan angkutan di titik yang dilarang. Kami akan terus tertibkan hingga angkutan berhenti sesuai rambu atau di dalam area terminal," paparnya.
Kasat Lantas Jakarta Timur, AKBP Haris menyatakan, selain di Terminal Kampung Melayu terdapat sejumlah titik kemacetan lain di wilayah Jakarta Timur yang disebabkan karena tidak tertibnya angkutan umum. Titik-titik itu antara lain di kawasan UKI, Pusat Grosir Cililitan (PGC), Pasar Rebo, Rawamangun, Pulogadung, Taman Mini, Garuda, dan titik lainnya.
"Titik-titik ini krusial, karena merupakan perbatasan antara Jakarta Timur dengan wilayah Bekasi dan Bogor," katanya.
Selain disebabkan angkutan umum, Haris menyatakan, kemacetan di titik-titik tersebut juga disebabkan karena penyempitan jalur dari tiga jalur menjadi dua jalur, serta banyaknya pedagang kaki lima (PKL). Haris mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan para PKL.
Sebagian sopir angkutan umum memprotes adanya penertiban yang dilakukan puluhan anggota gabungan ini. Supriadi (48), sopir angkutan kota M-06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria keberatan dengan adanya penertiban, karena dilakukan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu.
"Saya tidak tahu karena sebelumnya tidak ada sosialisasi," kata Supriadi kepada petugas yang menindaknya karena melintas di jalur Transjakarta.
Supriadi mengaku mengetahui jalur yang dilintasinya dilarang untuk dilalui angkutan kota. Hal ini dilakukannya untuk menghindari kemacetan. Namun selama ini petugas di Terminal Kampung Melayu tidak pernah melarangnya.
"Biasanya lewat jalur sini. Banyak juga yang lewat jalur ini selain saya," katanya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah