Headlines News :
Home » , » Pembangunan Pipa Gas PGN Diprotes Warga Semper Barat

Pembangunan Pipa Gas PGN Diprotes Warga Semper Barat

Written By Metro Post News on Senin, 22 September 2014 | 11.55

Jakarta - Pembangunan pipa gas Muara Karang - Muara Tawar milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang menggunakan bagian pinggir saluran air di Jalan Tugu Raya, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara diprotes warga kampung Beting. Sebab, pembangunan tersebut menutup saluran air warga sehingga rentan menimbulkan banjir saat hujan deras turun.
Ketua RW 09, Kampung Beting, Nanang Suwardi, mengatakan, warga protes karena pengerjaan pemasangan pipa gas sangat mengganggu dan merusak lingkungan. "Saluran air utama di jalan Tugu yang seharusnya menjadi penghubung saluran air di kampung Beting menjadi tersumbat karena ditimbun tanah galian, sehingga rentan menimbulkan banjir dan saluran got mampet," ujar Nanang, Senin (22/9) pagi.
Nanang mengungkapkan, ia sudah berkomunikasi dengan salah satu pengawas lapangan PGN sejak beberapa hari lalu. Dia meminta agar pengerjaan dihentikan sementara waktu sampai mereka bisa menunjukkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada pengurus RT dan RW di kampung Beting Semper Barat.
"Kami bukannya ingin menghambat proyek negara, tetapi kami ingin proyek tersebut dilaksanakan sesuai prosedur dan jangan justru merusak lingkungan sekitar," katanya. "Makanya kami minta di stop dulu sementara pengerjaannya sampai bisa menunjukkan SPK dan melakukan prosedur penggalian harus dilaksanakan sesuai aturan."
Menanggapi aksi protes dari warga tersebut, Vice President Corporate Communication Perusahaan Gas Negara (PGN) Ridha Ababil mengatakan, pihaknya telah mengantongi izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dalam pembangunan pipa gas tersebut.
Dia berharap, masyarakat sekitar yang terdampak pembangunan pipa agar bisa memaklumi dampak sementara yang timbul akibat proses pengerjaan tersebut. "Pembangunan infrastruktur di wilayah manapun pasti tentunya memang sedikit mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, tapi tentunya akan ada dampak positif yang lebih besar yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Ridha.
Ridha mengungkapkan, pembangunan pipa gas Muara Karang - Muara Tawar tersebut merupakan program pemerintah untuk mendukung penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bagi sektor industri di wilayah Jakarta Utara, terutama di wilayah Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dan sekitarnya.
"Tentunya negara bisa menghemat dana ratusan triliun rupiah yang saat ini habis untuk mengimpor BBM bersubsidi dengan pembangunan infrastruktur gas yang terintegrasi," kata Ridha.
Sementara itu, Wakil Lurah Semper Barat Sugiman akan mensosialisasikan kepada warga perihal pengerjaan penggalian proyek pipa PGN dalam waktu dekat. "Tentunya kami sudah menerima surat izin Amdal dari instansi terkait, oleh sebab itu untuk membuat masyarakat memaklumi dampak pengerjaan pemasangan pipa gas, kami akan mengadakan pertemuan terhadap pengurus RT dan RW," ujar Sugiman.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah