Headlines News :
Home » , , , » BNPB: Puncak Banjir dan Longsor di Indonesia Terjadi Januari 2015

BNPB: Puncak Banjir dan Longsor di Indonesia Terjadi Januari 2015

Written By Metro Post News on Kamis, 27 November 2014 | 17.49

Jakarta - Meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan curah hujan yang turun di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi normal, namun bencana banjir dan longsor tetap mengintai daerah-daerah yang rawan banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi puncak bencana banjir dan longsor akan terjadi pada Januari 2015 mendatang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan normal dan tidak ada indikasi adanya La Nina yang menyebabkan hujan lebih basah dan El Nino.
“Jadi tidak ada El Nino dan La Nina, curah hujan normal. Tetapi sebagian wilayah Indonesia sudah masuk dalam musim hujan. Intensitas hujannya masih level menengah ke bawah. Tetapi Desember akan meningkat,” kata Sutopo di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (27/11).
Meski curah hujan normal dan tidak ada menguatnya La Nina maupun El Nino, tetap saja banjir dan longsor diperkirakan tetap tejadi. Karena besar kecilnya banjir dan longsor dipengaruhi oleh hujan akibat dinamika atmosfer yang ada.
Sutopo menjelaskan pola hujan di Indonesia ada tiga tipe yakni ekuatorial, monsunal, dan lokal. Wilayah yang tipe hujan monsunal yaitu sebagian wilayah Riau, Sumsel, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalsel dan Kalteng. Puncak hujan akan terjadi pada Januari.
“Karena itu, diperkirakan banjir dan longsor akan banyak terjadi selama Desember 2014 hingga Februari 2015 dengan puncaknya pada Januari 2015 di wilayah ini,” ujarnya.
Sedangkan di Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kaltim, Sulawesi, Malut dan Papua memiliki tipe hujan ekuatorial. Puncak hujan terjadi pada November-Desember. Maka tidak aneh jika di wilayah ini sudah terjadi banjir dan longsor saat ini.
“Untuk Maluku dan Sorong Papua Barat memiliki tipe lokal dengan puncak hujan Juni-Juli,” tuturnya.
Dipaparkannya, bencana banjir dan longsor merupakan tipe bencana yang slow on set. Artinya terjadi secara perlahan namun dapat dideteksi keberadaannya. Sehingga kesiapsiagaan bisa dilakukan oleh semua pihak.
Dalam menangani bencana banjir dan longsor, lanjutnya, BNPB telah melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga. Diantarnaya, Kementerian PU dan Pera, BMKG, Badan Geologi, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BPPT, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, TNI, Polri, Lapan, dan Basarnas.
Saat ini pun, BNPB sedang menyempurnakan Rencana Kontinjensi Nasional Menghadapi Bencana Banjir dan Longsor Tahun 2014/2015. Isinya tentang kebijakan, strategi, koordinasi, komando, upaya yang dilakukan, pengerahan sumber daya.
“Sebagian BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota telah menyusun Rencana Kontinjensi Daerah Menghadapi Banjir dan Longsor dengan lebih detil. Misal BPBD DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Barat,” ungkapnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah