Headlines News :
Home » , » Antisipasi Banjir, Bojonegoro Tambah Mesin Pompa

Antisipasi Banjir, Bojonegoro Tambah Mesin Pompa

Written By Metro Post News on Jumat, 05 Desember 2014 | 13.05

Bojonegoro - Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, menambah dua unit mesin pompa penyedot air banjir dengan kapasitas masing-masing 500 liter/detik untuk menambah enam pompa lainnya yang sudah terpasang guna mengatasi genangan banjir di perkotaan.
"Kami optimistis adanya tambahan dua unit mesin pompa yang baru terpasang tahun ini akan mempercepat surutnya genangan banjir di perkotaan," kata Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edi Sutanto di Bojonegoro, Jumat (5/12).
Saat ini, katanya, enam mesin pompa penyedot air banjir yang terletak di Desa Ledokkulon, Karangpacar dan Banjarjo, semuanya di Kecamatan Kota, dengan kapasitas masing-masing 500 liter per detik berfungsi normal.
Dengan adanya tambahan dua unit mesin pompa yang ditempatkan di rumah pompa Banjarjo, katanya, kapasitas pompa penyedot air banjir yang terpasang mencapai 3.500 liter/detik.
"Semua mesin pompa siap beroperasi. Kalau di wilayah perkotaan terjadi banjir dengan adanya mesin pompa penyedot banjir akan mempercepat surutnya ganangan banjir di perkotaan," jelas dia.
Ia memberikan gambaran dalam banjir yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, dengan enam mesin pompa mampu menyedot air banjir di perkotaan dalam waktu sekitar 2 jam.
"Adanya tambahan dua mesin pompa jelas surutnya air banjir di perkotaan bisa lebih cepat lagi," tandasnya Sesuai prosedur, lanjutnya, mesin pompa penyedot banjir difungsikan apabila ketinggian air banjir Bengawan Solo, mencapai 14,5 meter (siaga II), sementara di perkotaan terjadi banjir, disebabkan pengaruh hujan lokal.
"Kalau ketinggian air Bengawan Solo surut sekitar 14 meter, maka semua pintu di tiga pematusan dibuka, sebab genangan air banjir di perkotaan bisa mengalir secara gravitasi ke Bengawan Solo," paparnya.
Sementara itu, Kasi Operasi Uni Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Muchaarom menambahkan penutupan "doorlats" atau pintu lintas yang dibuat dengan cara menjebol tanggul akan dilakukan kalau ketinggian air Bengawan Solo, mencapai 15,00 meter.
"Kalau "doorlats" tidak ditutup jelas banjir luapan Bengawan Solo akan masuk perkotaan," ujarnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah