Headlines News :
Home » , , , , , » Bisnis Pariwisata Jatim Terhambat Pelemahan Rupiah

Bisnis Pariwisata Jatim Terhambat Pelemahan Rupiah

Written By Metro Post News on Selasa, 09 Desember 2014 | 20.43

Surabaya (Antara) - Bisnis pariwisata Jawa Timur (Jatim) terhambat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2014, karena kunjungan wisatawan ke daerah tujuan wisata turun dibandingkan tahun sebelumnya. "Tidak seperti tahun lalu, bisnis pariwisata Jawa Timur pada akhir tahun hanya berkisar antara 20-30 persen. Sementara tahun sebelumnya bisa mencapai 50 persen," kata Sekretaris Jenderal Asita Jawa Timur, Nanik Sutaningtyas di Surabaya, Selasa. Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per dolar. Selain itu, diterapkannya kebijakan penaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi cukup berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berlibur ke berbagai tempat wisata, baik dalam negeri ataupun ke luar negeri pada akhir tahun 2014. "Dengan tingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah, biaya berwisata ke luar negeri meningkat hingga 30 persen lebih," ujarnya. Akibatnya, jelas dia, kondisi tersebut memberikan pengaruh besar terhadap animo masyarakat Jatim yang ingin berlibur ke luar negeri. Apalagi seluruh biaya, mulai dari biaya transportasi pesawat, hotel, dan kebutuhan makan dihitung dengan dolar AS. "Apabila tahun lalu acuan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya Rp10.000 hingga Rp11.000 per dolar, kini menjadi Rp12.000 hingga Rp12.500 per dolar. Dampak lainnya biaya perjalanan wisata meningkat," ungkapnya. Di sisi lain, tambah dia, jumlah masyarakat Jatim yang berlibur ke luar negeri mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2013 kenaikan jumlah wisatawan Jatim ke luar negeri pada akhir tahun mencapai 30 persen lebih. "Tapi kini hanya tumbuh 10-20 persen dibandingkan hari normal," ucapnya. Sementara, sebut dia, negara yang menjadi tujuan wisata paling diminati antara lain Korea dan Jepang. Kondisi itu dipicu oleh melekatnya budaya Korea dan Jepang akibat tayangan dari berbagai stasiun televisi. "Selain itu, India sebenarnya banyak juga yang ingin ke sana," katanya. Namun, lanjut dia, situasi di India kurang aman dibandingkan di Jepang. Bahkan, untuk memperoleh paspor ke Jepang juga cukup mudah sehingga banyak yang memilih berlibur ke negara tersebut.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah