Headlines News :
Home » , , » Bogor Deteksi Kecurangan Pajak dengan Tapping Box

Bogor Deteksi Kecurangan Pajak dengan Tapping Box

Written By Metro Post News on Senin, 01 Desember 2014 | 19.54

 Bogor -Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor meminimalisasi kebocoran pajak dan kecurangan yang dilakukan oleh pengusaha wajib pajak. Caranya, dengan memasang alat tapping box di mesin kasir atau komputer pembayaran.

"Alat tapping box ini sengaja dipasang di mesin atau komputer kasir pembayaran, mulai dari outlet, tempat hiburan, toko, hotel, hingga restoran,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor, Daud Darenoh, kepada Tempo, Ahad, 30 Novermber 2014.

“Agar dapat mencatat dan merekam semua transaksi lokasi tersebut yang berdampak pada besaran pajak yang harus dibayar pada pemerintah daerah," ujar Darenoh. (baca: Hari Ini Bogor Terapkan Pajak Online)

Dengan alat tapping box, kata dia, diharapkan dapat meminimalisasi kebocoran dan kecurangan pembayaran pajak yang harus disetorkan kepada Pemerintah Kota Bogor. "Alat ini juga berguna untuk menghindari aksi ngemplang pajak yang dilakukan pengusaha, karena semua transaskinya langsung dengan kantor Dispenda Kota Bogor" kata dia.

Pada tahap awal, dia menambahkan, ada 20 unit alat taping box yang akan dipasang di mesin atau komputer kasir pembayaran tempat usaha pada awal 2015. "Ada beberapa lokasi usaha baik supermarket, restoran, hotel dan tempat hiburan yang terindikasi melakukan kecurangan pajak. Mesin kasirnya akan kita pasang alat ini," kata dia.

Dia mengatakan, harga satu unit tapping box sekitar Rp 10 juta. Untuk tahap awal akan dibeli 200 unit dengan dana APBD Perubahan sebesar Rp 2 miliar. “Aan dipasang di semua lokasi usaha," kata dia.

Kepala Bidang Pengendalian Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor Hera Hertiningsih mengatakan, beberapa daerah di Indonesia sduah mengguankan teknologi ini, seperti Jakarta, Kabupaten Bogor, dan Bali. "Kita akan uji coba awal tahun depan," kata dia.

Menurut Darenoh, permasalahan pemeriksaan pajak hotel dan restoran yang belum sepenuhnya memadai adalah pelaksanaan pemeriksaan pajak yang tidak berjalan secara optimal. Hasil pemeriksaannya pun tidak menghasilkan perhitungan kewajiban pajak yang sebenarnya.

"Makanya kami akan menambah pemasangan alat pemantau transaksi real time untuk wajib pajak," kata dia. Bila dalam pelaksanaanya masih ada pemilik usaha yang tetap curang, maka pemerintah daerah akan memberikan sanksi sesuai., "Sangsinya bisa adminstrasi sesuai dengan yang ditentukan dengan bentuk denda," kata dia.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah