Headlines News :
Home » , , , » Dinas Pertamanan DKI Akui Penyerapan Anggaran Rendah

Dinas Pertamanan DKI Akui Penyerapan Anggaran Rendah

Written By Metro Post News on Kamis, 18 Desember 2014 | 15.13

Jakarta - Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) DKI Jakarta mengakui penyerapan anggaran sepanjang tahun 2014 sangat rendah karena banyak lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak bisa dibebaskan tahun ini. Kepala Distamkam DKI Jakarta, Nandar Sunandar, mengatakan untuk anggaran tahun 2014, pihaknya mendapatkan sebesar Rp 2,4 triliun.

 Dari total anggaran tersebut, sebanyak 89,8% atau Rp 1,9 triliun dialokasikan untuk pembebasan lahan sebanyak 89 titik lokasi dengan total luas lahan 50 hektare. "Memang anggaran kami paling banyak dialokasikan untuk pembebasan lahan. Tapi banyak yang enggak terbeli. Makanya, sewaktu media jor-joran memberitakan penyerapan kami rendah, ya memang benar sangat rendah," kata Nandar kepada Beritasatu.com, Kamis (18/12).

Diungkapkannya, dari alokasi anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 1,9 triliun, yang baru terpakai baru 1,7% saja, yaitu digunakan untuk membebaskan lahan di lima lokasi. "Bayangkan saja, dari target 89 titik lokasi, yang baru kita bebaskan baru lima titik lokasi. Itu dari 46 yang sedang diproses pembebasannya. Sedangkan 43 lahan lainnya gugur, gagal, tidak dapat dibeli. Mudah-mudahan meningkat ya akhir tahun ini," ujarnya. Dari 43 titik lokasi lahan yang gagal dibebaskan membuat tidak terserapnya anggaran yang cukup besar, yaitu sebesar Rp 1,2 triliun. "Jadi 43 lokasi ini dianggarkan sebesar Rp 1,2 triliun. Mungkin karena lahannya besar-besar dan NJOP-nya tinggi. Tapi kita enggak bisa menyalahkan.

 Daripada bermasalah mendingan kita matikan saja," tukasnya. Agar hal ini tak terjadi lagi, ke depan penyusunan anggaran akan dilakukan fleksibel. Maksudnya, anggaran dilakukan gelondongan untuk membeli lahan dalam satu tahun, tidak ditentukan per lokasi. "Dengan sistem gelondongan, maka kalau gagal membeli di satu lokasi, kita bisa alihkan anggarannya untuk membeli lahan di lokasi lain. Kalau sekarang kan enggak bisa. Kalau satu lokasi gagal, ya anggarannya enggak bisa dialihkan. Jadi tak terserap anggarannya. Akibatnya, prosentase penyerapan anggaran dinas kami menjadi sangat rendah," ungkapnya.

 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI melansir 10 dinas yang memiliki penyerapan rendah. Padahal dalam APBD DKI 2014 dialokasikan anggaran kepada 13 dinas dengan total nilai anggaran sebesar Rp 32,8 miliar. Dari total nilai anggaran 13 SKPD tersebut, yang baru terserap sebesar Rp 9 triliun saja atau sebesar 27,7%. Sepuluh dinas mengalami penyerapan anggaran rendah atau masih dibawah 40%. Dinas yang memiliki penyerapan anggaran terendah adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Dari anggaran yang ada sebesar Rp 2,44 triliun, yang baru terserap sebesar Rp 196,6 miliar atau 8%. Ditempat kedua penyerapan rendah, lanjutnya, adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI. Alokasi anggaran yang ditetapkan dalam APBD untuk Dinas PU sebesar Rp 6,12 triliun. Namun realisasi penyerapan baru mencapai Rp 625,7 miliar atau 10,21%. Disusul oleh Dinas Perhubungan DKI, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah (Pemda), Dinas Olahraga dan Pemuda, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan serta Dinas Kelautan dan Pertanian.B1
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah