Headlines News :
Home » , , » Nelayan Pati Berharap Kebutuhan Solar Tercukupi

Nelayan Pati Berharap Kebutuhan Solar Tercukupi

Written By Metro Post News on Kamis, 11 Desember 2014 | 14.33

Pati - Nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berharap keperluan solar untuk kapal nelayan setempat segera terpenuhi sesuai kebutuhan sehingga aktivitas melaut kembali normal. "Sebetulnya aturan pembatasan solar bersubsidi bagi kapal yang memiliki bobot lebih dari 30 gross ton (GT) dalam sebulan mendapat jatah maksimal 25.000 liter bisa diterima, asalkan pasokan solar memang terpenuhi," kata Koordinator Front Nelayan Bersatu wilayah Pati, Bambang Wicaksono, di Pati, Rabu (10/12). Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM terbaru, kata dia, dijelaskan soal kenaikan harga BBM dan untuk kebutuhan nelayan, khususnya bagi kapal yang memiliki berat kurang dari 30 gross ton (GT) atau lebih dari 30 GT tetap diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi. Hanya saja, lanjut dia, untuk setiap kapal dibatasi sebanyak 25 kiloliter (KL) per bulan. Ketentuan tersebut, lanjut dia, baru berjalan di Jakarta, sedangkan di Pati belum berjalan. Menurut dia, nelayan saat ini membutuhkan kepastian soal pasokan solar, terutama yang memiliki bobot di atas 30 GT yang memang membutuhkan solar dalam melaut cukup banyak. Khusus untuk kapal nelayan yang tidak membutuhkan solar dalam jumlah banyak, kata dia, masih bisa mengupayakan mendapatkan solar, sedangkan yang membutuhkan solar dalam jumlah besar masih mengalami kesulitan. "Harapannya persoalan tersebut bisa diselesaikan secepatnya karena sudah beberapa bulan terakhir persoalan tersebut tak kunjung berakhir," ujarnya. Persoalan BBM tersebut, lanjut dia, akan disampaikan pada pertemuan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) seluruh Indonesia dan Asosiasi Perikanan Seluruh Indonesia di Jakarta saat ini, meskipun prioritas pembahasan aturan baru soal larangan alih muat ikan di tengah laut. Awalnya, kata dia, nelayan memang berharap pascakenaikan harga BBM jenis solar dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.500 per liter pasokan akan normal. "Kenyataannya hingga sekarang belum memenuhi kebutuhan nelayan," ujarnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah