Headlines News :
Home » , , » Pelabuhan Internasional Bojonegara Dilirik Jadi Gerbang Maritim Dunia

Pelabuhan Internasional Bojonegara Dilirik Jadi Gerbang Maritim Dunia

Written By Metro Post News on Jumat, 05 Desember 2014 | 13.12

Serang - Pelabuhan Internasional Bojonegara (PIB) yang terletak di Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dilirik untuk dijadikan sebagai gerbang maritim dunia. Alasannya, keberadaan PIB dinilai sangat strategis, karena berdekatan dengan Selat Sunda.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute, Dr Yulian Paonganan dalam Seminar Nasional Wacana Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia, di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Kamis (4/12).
Menurutnya,letak Pelabuhan Bojonegara dan Selat Sunda sebagai Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) selama ini hanya dijadikan jalur perlintasan oleh kapal-kapal internasional tanpa pernah menyinggahi Pelabuhan Bojonegara.
Padahal jika pemerintah setempat dapat mewujudkan hal tersebut, kapal-kapal internasional yang biasa bersandar di Pelabuhan Singapura, dapat teralihkan ke Pelabuhan Bojonegara. Secara otomatis, hal itu pun dapat meningkatkan penghasilan daerah dan menciptakan roda perekonomian yang besar bagi masyarakat.
“Karena itu, pemerintah harus didorong untuk melanjutkan pembangunan PIB dan mendeklarasikannya sebagai gerbang maritim dunia,” kata Yulian.
Namun kata Yulian, syaratnya pelabuhan tersebut harus dikelola dengan baik dan layak untuk disinggahi oleh kapal-kapal internasional. Untuk itu dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan kajian strategisnya.
“Hal ini kan bisa sejalan dengan visi misi dari pemerintahan Jokowi JK,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menuturkan,kondisi Selat Malaka yang saat ini sudah mulai mendangkal semakin membuka peluang keberadaan PIB sebagai gerbang maritim. Karena Selat Sunda memiliki palung laut yang dalam, sehingga kapal yang berukuran besar pun tidak akan ragu melintasi dan berlabuh di pelabuhan yang terletak di Barat Kabupaten Serang tersebut.
”Akan tetapi pembangunan PIB sebagai gerbang maritim itu tetap perlu memikirkan aspek sosial budayanya, agar dapat diterima oleh masyarakat setempat,” paparnya.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Japan International Coorporation Agency (JICA) sejak tahun 1995, kawasan Pantai Bojonegara sangat pontensial untuk dibuat pelabuhan karena kondisi pantainya kondusif, airnya tenang serta didukung kedalaman air yang memadai.
Kedalaman air yang mencapai 16 meter di Bojonegara dinilai sebagai faktor unggulan menyaingi Pelabuhan Hongkong dan Singapura. Karena itu Pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pelabuhan, yakni PT Pelindo II pada saat itu merancang untuk dibuat pelabuhan peti kemas bertaraf internasional.
Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban yang ditanggung Pelabuhan Tanjuk Priok. Dari segi usia dan padatnya aktivitas, Tanjuk Priok dianggap sudah berada pada tingkat jenuh dan kawasannya semakin padat sehingga tidak bisa dikembangkan lagi.
Bahkan dalam rencananya pembangunan PIB bukan hanya sekadar pelabuhan semata. Nantinya akan dibangun kawasan industri dan perdagangan. Kawasan industri ini akan dibangun di luar areal utama 120 hektare. Itu berarti luas lahan untuk kawasan industri sebesar 380 hektare. Karena, lahan PIB seluruhnya mencapai 500 hektare.
Namun, semua rencana itu akhirnya mubazir, karena faktanya, pembangunan PIB itu sudah terhenti karena pemerintah pusat tidak lagi memiliki dana dan juga pihak investor enggan menanamkan modalnya untuk membangun pelabuhan peti kemas Bojonegara tersebut.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah