Headlines News :
Home » , , » Tujuh Kecamatan di Cianjur Selatan Mengalami Pergerakan Tanah

Tujuh Kecamatan di Cianjur Selatan Mengalami Pergerakan Tanah

Written By Metro Post News on Kamis, 18 Desember 2014 | 15.54

Cianjur (Antara)- Tujuh kecamatan di Cianjur selatan, Jabar, mengalami pergeseran tanah yang diakibatkan tingginya intensitas hujan, sehingga menyebabkan lima rumah rusak parah dan 72 rumah lainnya terancam kena bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Suhara, di Cianjur, Rabu, mengatakan, saat ini telah terjadi pergerakan tanah dibeberapa kecamatan di selatan, seperti Kecamatan Cidaun, Agrabinta, Pagelaran, Tanggeung, Sukanagara dan kecamatan Naringgul. Pergerakan tanah di tujuh kecamatan ini menjadi titik pantau pihaknya.

Bahkan pihaknya telah menepatkan sejumlah tim untuk melakukan pengawasan 24 jam secara bergantian. Ia mencatat beberapa rumah yang sudah dan terancam longsor di kecamatan Pegelaran, satu rumah rusak dan 11 rumah terancam, Kecamatan Naringgul sebanyak 41 rumah terancam dan kecamatan Agrabinta jalan desa tertutup longsor serta belasan rumah terancam.

 Sedangkan di Kecamatan Tanggeung sekitar 4 rumah, Sukanagara dua rumah rusak dan di kecamatan Cidaun 18 rumah terancam akibat pergerakan tanah. "Kalau di kecamatan Cidaun, tepatnya di desa Gelar Pawitan yang terancam longsor. Namun yang lebih mengkhawatirkan pergerakan tanah dan longsor di badan jalan Agrabinta karena di bawahnya ada pemukiman warga," katanya.

Dia menuturkan, untuk di wilayah Cianjur utara tidak terjadi longsor atau pergerakan tanah, namun BPBD tetap memantau wilayah yang rawan longsor seperti di Ciloto, Sukaresmi dan Cikalongkulon yang selama ini menjadi langganan longsor. "Daerah yang menjadi titik pantauan utaman kami, wilayah pemukiman yang dikelilingi lahan pertanian basah, seperti di wilayah Cigedogan, Cibenteng dan Rawa Belut," katanya.

Untuk di wilayah Cisel, tambah dia, yang menjadi titik pantau rawan longsor disetiap pemukiman di atas lahan dengan kemiringan tanah 30 derajat, seperti di wilayah Cikadu, Pasirkuda, Kadupandak, Tanggeung dan Campaka. "Kami juga pantau sepanjang jalur selatan yang terdapat tebing maupun jurang. Kalau jurang, dikhawatirkan terjadi jalan ambles dan kalau tebing takut jalannya tertutup longsor," katanya
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah