Headlines News :
Home » , , , » Warga Keluhkan Pelayanan Kantor Pos Rawabadak

Warga Keluhkan Pelayanan Kantor Pos Rawabadak

Written By Metro Post News on Senin, 29 Desember 2014 | 18.41

Jakarta- Pembagian tiga "kartu sakti" pemerintahan Jokowi, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang mulai dibagikan secara merata di kantor pos selalu mendapat respons antusias dari warga yang hendak mendapatkan tiga kartu tersebut dan mencairkan dana sebesar Rp 400.000 untuk jangka waktu dua bulan dari SIM Card Program Simpanan KKS. Namun, hal yang berbeda terjadi saat pembagian tiga "kartu sakti" tersebut di Kantor Pos Rawabadak yang terletak di Jalan Cemara Angin, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (27/12). Banyak warga yang mengeluhkan pelayanan Kantor Pos kepada warga yang ingin mendapatkan tiga kartu tersebut terlalu dipaksakan karena hanya dilayani dalam kurun waktu tiga hari. Neneng Prihatin (29), warga Jalan Mandiri IV Kampung Tanah Merah, RT006/RW009, Kelurahan Rawa Badak Selatan mengatakan, pembagian kartu oleh Kantor Pos Rawa Badak tidak manusiawi karena dirinya harus datang ke Kantor Pos seusai sholat subuh. “Saya sengaja datang sejak pukul lima pagi di depan Kantor Pos, itu juga sudah banyak ibu-ibu yang mengantri di depan saya,” ujar Neneng, Sabtu (27/12). Meskipun sudah datang sebelum matahari terbit, ibu yang memiliki tiga orang anak tersebut masih harus menunggu giliran hampir selama lima jam karena Kantor Pos baru buka pukul 08.00 WIB. “Perjuangan banget Mas untuk mendapatkan tiga kartu ini. Kemarin (Jumat, 26/12) saya sudah sempat datang cuma kesiangan dan akhirnya saya pulang karena antriannya benar-benar panjang sekali,” lanjut Neneng. Neneng berharap, pemerintah lebih manusiawi dalam membagikan kartu tersebut kepada masyarakat dengan memberikan waktu yang rasional untuk melayani pembagian kartu. “Masak tiga ribu kepala keluarga hanya dilayani dalam kurun waktu tiga hari, apa enggak kasihan pemerintah sama rakyat kecil, sudah hidup susah mesti ditambah mengantri sangat panjang karena waktu pelayanan sangat terbatas,” tandas Neneng. Senada dengan Neneng, Listiawati (45), warga Jalan Mandiri IV, RT08/RW09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, juga mengeluhkan antrian yang terlalu panjang dan lama. Ibu dua anak ini bahkan harus rela mengantri tanpa nomor antrian karena baru tiba di Kantor Pos Rawabadak pada pukul 07.00 WIB pagi. “Saya minta tolong dik, sisipkan dokumen saya ini ke bapak petugas, soalnya saya tadi mau menaruh berkas yang diperlukan ditolak karena antrian sudah tutup,” ujar Listiawati kepada jurnalis yang sedang meliput. Listiawati mengaku, sudah meminta kebijaksanaan petugas keamanan yang berjaga di Kantor Pos untuk mendapatkan nomor antrian namun ditolak petugas lantaran nomor antrian sudah ludes hingga nomor 600. “Saya takut kalau tidak dicairkan hari ini besok-besok enggak bisa urus lagi, soalnya kata tetangga hari ini hari terakhir Kelurahan Rawa Badak Selatan dilayani,” katanya. Listiawati yang saat ini mengidap penyakit kanker di salah satu organ tubuhnya mengaku rela mengantri hingga Kantor Pos tutup asalkan ia bisa mendapatkan uang bantuan dari Kartu Keluarga Sejahtera. “Mendingan ditungguin sampai tutup sekalian, soalnya kalau saya pulang trus Senin datang lagi sudah keluar Rp 8.000 untuk naik angkot bolak-balik, padahal dengan uang sebesar itu bisa untuk beli beras seliter, cukup untuk makan sehari,” tandas Listiawati yang suaminya bekerja sebagai kuli panggul di Pelabuhan Tanjung Priok. Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Kantor Pos Rawa Badak, Muhammad Toha mengatakan, waktu yang diberikan oleh Kantor Pos Pusat memang sudah terjadwal melayani 2.251 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Rawa Badak Utara untuk tanggal 26 dan 27 Desember dan 1.158 KK di Kelurahan Rawa Badak Selatan untuk tanggal 29 Desember. “Kami sudah berusaha melayani seoptimal mungkin dengan membuka pelayanan dari pukul 08.00 pagi hingga 05.00 sore, namun karena antrian warga sangat banyak, bagi warga yang belum kebagian pada tiga hari tersebut masih bisa mengurus pada hari Rabu (31/12) nanti,” ujar Toha. Toha mengungkapkan, pembagian tiga "kartu sakti" Jokowi untuk warga Kelurahan Rawa Badak Selatan dan Kelurahan Rawa Badak Utara yang jumlahnya 3.049 KK tersebut disiapkan uang hingga Rp 1,36 miliar untuk melayani warga yang ingin mencairkan dana KKS. “Untuk pelayanan hari pertama kemarin, kita melayani 663 KK sampai pukul 05.00 sore, sedangkan untuk hari ini kita coba layani sampai kerumunan warga habis,” kata Toha. Ia mengungkapkan sejumlah permasalahan yang kerap terjadi saat warga akan mengambil tiga kartu tersebut, yakni ketidaklengkapan berkas yang diperlukan (seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan Surat Pengantar dari RT/RW setempat), serta warga yang identitas dirinya tidak sesuai dengan data Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang menjadi dasar pemberian tiga "kartu sakti" Jokowi. “Warga yang berhak mengambil adalah warga yang tercantum identitasnya di Kartu Perlindungan Sosial dan kita himbau agar warga mengambil sendiri kartunya tanpa diwakilkan oleh orang lain meskipun itu masih satu anggota keluarga,” tandas Toha.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah