Headlines News :
Home » , » Ahok Minta Dinas Perumahan Tagih Pembangunan 25.000 Unit Rusun ke Swasta

Ahok Minta Dinas Perumahan Tagih Pembangunan 25.000 Unit Rusun ke Swasta

Written By Metro Post News on Senin, 05 Januari 2015 | 17.41

Jakarta - Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah (Pemda), Ika Lestari Aji, diharapkan dapat membangun 50.000 unit rumah susun di tahun 2015. Di antaranya sebanyak 25.000 unit merupakan kewajiban dari pihak swasta. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda yang baru ini segera menagih pembangunan 25.000 unit rumah susun (rusun) kepada pihak swasta. “Tahun 2015 itu kita targetnya mau bangun 50.000 unit rusun. Lahannya sudah tersedia. Untuk swasta ya bangun 25.000 unit. Itu yang mau kita tagih,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (5/1). Selain menagih pembangunan rusun kepada pihak swasta, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI juga harus segera mengurus seluruh penghuni memiliki KTP DKI, menggunakan kartu ATM DKI untuk autodebet pembayaran sewa rusun dan mengenakan biaya parkir terhadap mobil atau motor yang parkir di halaman rusun. “Selama ini hal itu nggak pernah beres. Jonathan (Kepala Dinas Perumahan yang lama, red), masalahnya nggak beres mengurus rusun. Makanya dicopot dari jabatannya. Saya minta semua penghuni rusun ber-KTP DKI, harus menggunakan kartu ATM Bank DKI dan parkir mobil atau motor dikenakan charge, ternyata tidak bisa dilakukan di semua rusun. Masih ada pembiaran-pembiaran. Makanya kita stafkan saja. Karena kita maunya cepat,” jelasnya panjang lebar. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Ika Lestari Aji mengatakan telah memaparkan program kerjanya dalam rapat pimpinan tadi pagi yang dipimpin langsung oleh Ahok. Dalam programnya, ada tiga kegiatan yang menjadi tiga program prioritas. “Ada tiga hal yang akan dilakukan. Yang pertama, terkait rencana pembangunan dan rehab gedung-gedung Pemda. Kemudian rencana peningkatan hunian dan terakhir soal manajemen rusun itu sendiri,” kata Ika. Dia pun siap melaksanakan instruksi yang disampaikan Ahok. Mulai dari menagih kewajiban pengembang untuk membangun 25.000 unit rusun hingga memperbaiki manajemen rusun. Dalam memperbaiki manajemen rusun, Ika menegaskan akan menerapkan kartu penghuni rusun seperti ATM dari Bank DKI. Langkah ini sangat efisien untuk mengantisipasi mafia rusun dan menguntungkan penghuni karena tak perlu repot ke bank untuk membayar sewa rusun. “Pemberantasan mafia rusun ya caranya dengan penerapan autodebet melalui kartu ATM Bank DKI. Kedepannya saya yakin mafia rusun sudah tidak akan ada lagi dengan autodebet. Karena KTP DKI dan surat perjanjian kontrak sudah ada di situ semua,” tuturnya. “Ya kita akan mencoba bekerja dalam 100 hari ini,” ungkapnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah