Headlines News :
Home » , , , , » Produk Gagal DKI bernama PTSP

Produk Gagal DKI bernama PTSP

Written By Metro Post News on Kamis, 22 Januari 2015 | 14.58

Sebuah program pelayanan terhadap masyarakat Jakarta yang bernama PTSP ( Pelayanan Terpadu Satu Pintu ) dianggap gagal oleh sejumlah masyarakat. Pasalnya dari mulai dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama pada 2 Januari 2015 lalu hingga berita ini diturunkan masih terdapat banyak kendala yang ditemui. Padahal sasaran penyelenggaraan PTSP melalui Badan Layanan Satu Pintu (BPTSP) adalah mewujudkan pelayanan publik baik perizinan maupun non-perizinan yang cepat, murah, mudah, transparan, pasti, terjangkau dan akuntabel, serta meningkatkan hak-hak masyarakat terhadap pelayanan publik. Sebut saja Yanto seorang warga Kelapa Gading, Jakarta Utara yang hendak mengurus Advis Planing terkait rencananya menambah bangunan gedung kantor miliknya di Kantor PTSP, Blok S Kantor Walikota Jakarta Utara hingga saat ini belum juga diproses. Padahal lagi dirinya hendak secepatnya mendapatkan IMB ( Ijin Mendirikan Bangunan ) guna kelengkapan persyaratan membangun di DKI Jakarta. Kepada Wartawan, Yanto mengatakan, sudah hampir satu bulan hendak membangun bangunan miliknya, Karena hendak mengikuti aturan yang ada di Jakarta harus bersabar menunggu hingga terbitnya advis planning. Kejadian serupa pun terjadi di sejumlah PTSP yang ada di Kecamatan seperti Tanjung Priok dan Cilincing terlihat beberapa warga masyarakat yang hendak mengurus Planing tata kota maupun IMB masih kebinggungan dengan mandeknya Pelayanan di PTSP Kecamatan. Karena berkas hanya diterima di loket tanpa diproses lebih lanjut. M. Yani . warga Cilincing yang hendak mengurus sertifikat tanah miliknya juga mengalami hal serupa. Berkas yang telah diserahkan ke PTSP hanya ditumpuk sambil menunggu ditelepon oleh petugas PTSP untuk proses lebih lanjut berkasnya. Malah ada seorang Ibu yang hendak mengurus perpanjangan makam suaminya harus mondar-mandir dari kecamatan Tanjung Priok ke Kelurahan Papanggo akhirnya harus kembali ke walikota guna perpanjangan ijin tersebut. Saat hal ini dikonfirmasi kepada petugas pelayanan. Seorang petugas yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat ini masih dalam proses transisi jadi kamipun belum punya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terhadap beberapa macam ijin yang dimohonkan warga masyarakat. Jadi mohon kepada warga masyarakat bersabar menunggu. Kabar yang beredar malah untuk berbagai jenis pelayanan teknis seperti IMB dan Planing Tata ruang akan dikembalikan kepada dinasnya masing-masing hingga tidak dulu menggunakan PTSP. Jadi PTSP hanya menerima berkas selanjutnya masih diurus oleh dinas penataan Kota. Hal ini menambah binggung masyarakat. Dari pengamatan memang saat ini sudah hampir 3 minggu pegawai teknis di lingkungan Dinas Penataan Kota Pemkot Jakarta Utara masih bingung dan tidak tahu apa yang mereka kerjakan karena masih menunggu Pergub baru yang akan diterbitkan. Tokoh masyarakat Koja, C. Hasibuan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Program PTSP ini. Kurangnya Sumber Daya yang ada membuat hal ini terjadi. Program ini terkesan terburu-buru dilaksanakan tanpa ada pertimbangan teknis dan uji kelayakan terlebih dahulu. Padahal menurutnya jika sumber daya manusia dan fasilitas yang ada terlebih dahulu ditingkatkan bisa membuat program ini berjalan dan tidak mandek seperti saat ini. Kasihan masyarakat yang dibuat binggung. Jadi bisa dibilang program ini gagal memenuhi harapan masyarakat Jakarta.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah