Headlines News :
Home » , , » APBD DKI 2015 Dikirim ke Kemdagri untuk Dikoreksi

APBD DKI 2015 Dikirim ke Kemdagri untuk Dikoreksi

Written By Metro Post News on Senin, 02 Februari 2015 | 21.07

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada 27 Januari lalu telah mensahkan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD) DKI 2015. Pada hari ini, Senin (2/2), Perda APBD itu diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk dikoreksi. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan pengesahan Perda APBD DKI 2015 harus melalui tiga tahap. Tahap pertama, pengesahan APBD oleh DPRD DKI Jakarta. Tahap ini telah dilalui dengan disahkannya Perda APBD DKI 2015 pada 27 Januari lalu. Tahap kedua, penyempurnaan Perda APBD DKI 2015 oleh Pemprov DKI, kemudian tahap ketiga penyerahan Perda APBD DKI 2015 ke Kemdagri untuk melalui proses pengoreksian. "Ada tahap-tahapnya, yaitu Pemda, DPRD dan Kemdagri. Fase pertama, DPRD, kemarin sudah ketok palu. Nah kita punya waktu tiga hari kan untuk penyempurnaan APBD. Tahap ini sudah kita lakukan. Sekarang kita masuk dalam tahap ketiga yaitu koreksian Kemdagri,” kata Heru di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (2/2). Mantan Wali Kota Jakarta Utara ini memastikan hari ini, Perda APBD DKI akan diserahkan kepada Kemdagri untuk dikoreksi sesuai dengan peraturan mengenai pengelolaan keuangan negara. Minimal, proses koreksian dari Kemdagri menghabiskan waktu tujuh hari kerja, setelah itu diserahkan lagi kepada Pemprov DKI. “Setelah dikoreksi oleh Kemdagri, kami punya kesempatan untuk menganalisis hasil koreksian Kemdagri selama tiga hari. Baru setelah itu kita gunakan Perda APBD tersebut,” ujarnya. Dia mengharapkan pada pertengahan Februari ini, APBD DKI 2015 sudah dapat digunakan oleh SKPD dan UKPD pengguna anggaran. Untuk melaksanakan seluruh kegiatan pembangunan Kota Jakarta yang telah dimasukkan dalam APBD DKI 2015. Seperti diketahui, DPRD DKI telah mengesahkan Raperda APBD DKI 2015 menjadi Perda. Total nilai APBD DKI 2015 yang disahkan sebesar Rp 73,083 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 0,24 persen dibandingkan dengan perubahan APBD 2014 sebesar Rp 72,9 triliun. Dari jumlah tersebut dirincikan untuk pendapatan daerah sebesar Rp 63,801 triliun, belanja daerah sebesar Rp 67,446 triliun dan defisit sebesar Rp 3,645 miliar, serta pembiayaan daerah Rp 3,645 miliar. Untuk pembiayaan daerah, dirincikan kembali menjadi penerimaan pembiayaan Rp 9,282 triliun dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2014 Rp 8,983 miliar, dan pinjaman Jakarta Emergency Dredging Iniciative (JEDI) Rp 298,57 miliar. Selanjutnya, pengeluaran pembiayaan Rp 5,636 miliar dengan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rp 5,627 miliar dan pembayaran pokok utang Rp 9 miliar.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah