Headlines News :
Home » , , » Bogor Siapkan Sistem Satu Arah di Sekeliling Istana

Bogor Siapkan Sistem Satu Arah di Sekeliling Istana

Written By Metro Post News on Senin, 16 Februari 2015 | 12.50

Bogor- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, berencana menata arus lalu lintas dengan penerapkan sistem satu arah di seputar Istana dan Kebun Raya Bogor menjadi searah jarum jam. "Penataan kawasan sekitar Istana dan Kebun Raya Bogor itu teritegrasi semua, jadi bukan hanya satu aspek, mulai dari mengatur rute angkot, manajemen lalu lintas, termasuk kemungkinan mengimplementasikan satu arah," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Minggu (15/2). Ia mengatakan, belum bisa dipastikan kapan penerapan sistem satu arah di sekeliling Istana dan Kabun Raya Bogor akan implementasikan, pihaknya masih memerlukan waktu untuk melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut. "Belum bisa dipastikan, yang penting konsepnya matang dan membutuhkan kesiapan warga karena nantinya warga sekitar akan merasakan pengaruhnya," kata Bima. Politis PAN tersebut menjelaskan Kota Bogor sedang melakukan penataan menuju Kota Sejuta Taman, hal ini bukan hanya berkaitan dengan rencana Presiden Joko Widodo yang akan lebih banyak beraktivitas di Istana Bogor, tetapi dalam rangka kelestarian lingkungan hidup dan menambah daerah resapan. Dikatakan, dalam rencana penataan Istana dan sekitarnya yang telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sekretaris Negara, Presiden Joko Widodo memberikan dua pesan kepada Pemerintah kota Bogor agar disiapkan konsep penataan secara teknis dengan kementerian terkait. "Pesan kedua, Presiden juga meminta agar penataan sekeliling Istana diperhatikan cagar budaya dan heritagenya. Artinya ketika kita melebarkan pedestrian ini berhubungan secara teknis harus tepat berapa luasnya," kata Bima. Selain teknis, lanjut Bima juga perlu diperhatikan agar tidak merusaka lingkungan dan tidak juga merusak cagar budaya yang ada di Kota Bogor. "Jadi, saat penataan dan pembangunan pedestrian sekeliling Istana nantinya kita pastikan tidak ada satu batang pohonpun yang ditebang," kata Bima. Lebih lanjut, Bima mengatakan, terkait wacana penggeseran pagar Istana Bogor dengan adanya pembangunan pedestrian sekeliling istana dan Kebun Raya Bogor merupakan opsi yang belum final. "Itu hanya salah satu opsi saja, agar pedestrian bisa dilebarkan. Karena kalau pagar tidak digeser, pedestrian yang dilebarkan nanti akan memakan badan jalan yang ada," kata Bima. Ia mengatakan, apa pun opsi yang akan dipilih nantinya, pihaknya akan menyosialisasikan dan meminta pendapat para tokoh dan budaya Bogor terkait rencana penataan kawasan Istana dan Kebun Raya Bogor. "Senin besok kita lakukan pertemuan dengan tokoh dan budayawan Bogor," katanya. Ia menambahkan terkait sistem satu arah di keliling Istana dan Kebun Raya Bogor pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut dalam rapat, bahwa penataan kawasan terintegrasi meliputi pengaturan rute angkot, manajemen lalu lintas, penataan PKL, dan patroli keliling kebun raya yang harus terintegrasi. "Semua bertahap kita matangkan konsepnya. Sosialisasi dengan dewan dan tokoh masyarakat. Juga dengan tim yang dibentuk, minggu depan kita juga akan rapat dengan Menteri Sekretaris Negara," katanya. Sementara itu, Kapolres Bogor Kota AKBP Irsan mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait sistem satu arah di seputar Istana dan Kebun Raya Bogor yang akan menjadi searah jarum jam. "Sudah ada koordinasi dengan jajaran kami, kita buatkan konsepnya, ada satu arah dan ada juga dua arah," katanya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah