Headlines News :
Home » , , » Jokowi Berkantor di Bogor, Warga Harap Kemacetan Diantisipasi

Jokowi Berkantor di Bogor, Warga Harap Kemacetan Diantisipasi

Written By Metro Post News on Jumat, 13 Februari 2015 | 13.04

Bogor - Warga Bogor sedang ramai membicarakan rencana kepindahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di Istana Bogor. Beberapa minggu terakhir, Presiden kerap menggunakan Istana Kepresidenan Bogor untuk melakukan aktivitas kenegaraannya. Akhir Januari lalu, Presiden menerima rivalnya dalam Pilpres 2014, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Istana Bogor. Pada Jumat (13/2) besok, Presiden juga berencana melakukan rapat terbatas di Istana Bogor. “Mungkin ‘suhu’ Bogor lebih dingin dibandingkan dengan Jakarta, sehingga presiden jadi lebih sering ke Bogor,” kata Dewi Ramdani (24), salah seorang mahasiswa di Kota Bogor, Kamis (12/2). Rahman berpendapat, sah-sah saja Jokowi berkantor di Istana Bogor, karena Istana Kepresidenan Bogor dikhususkan untuk aktivitas presiden. “Justru salah, ketika Istana Bogor dijadikan tempat resepsi pada era SBY,” paparnya. Senada dengan, Ramdhani (18), pelajar SMA, ia setuju saja apabila Presiden Jokowi berkantor di Bogor, dengan harapan presiden lebih memperhatikan Bogor nantinya, “Bagus dong, Bogor nantinya lebih diperhatikan," akunya. Namun ada juga yang menolak rencana kepindahan Jokowi ke Bogor selama transportasi di Kota Bogor belum tertata baik. Pemerhati Kota Bogor, Eman Sulaeman, melihat saat ini, jalan sekeliling istana sudah sangat padat oleh kendaraan dan menyumbang kemacetan. “Aktivitas presiden tentunya padat, keluar atau menerima tamu negara. Bukankah itu nanti tambah macet,” katanya. Salah satu warga Bogor Tengah, Kota Bogor, Thomas (52), mengatakan dirinya menyambut baik bila presiden bisa berkantor di Bogor. “Namun yang perlu diperhatikan nanti lalu lintas jalan di Kota Bogor. Akan macet tidak? Karena jalan di sekeliling Istana Bogor, Kota Bogor tidak selebar dibanding jalan di Istana Merdeka Jakarta,” katanya. Praktisi transportasi Rudy Thehamihardja menambahkan, pemberlakuan lalu lintas searah yang akan diberlakukan Pemerintah Kota Bogor di sekililing Istana Bogor perlu dikritisi lebih jauh. "Akan sia-sia jika jaringan jalan tidak ditambah dan angkutan umum tidak dimaksimalkan," tegasnya. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pihaknya mempersiapkan program lalu lintas searah mengikuti jarum jam di ruas sekeliling Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor. Arus lalu lintas akan diberlakukan dari arah Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, Jalan Otto Iskandar Dinata, dan Jalan Juanda yang selama ini dua arah dan kerap mengundang kemacetan
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah