Headlines News :
Home » , » MASYARAKAT SA'DAN ULU SALU BUTUH LISTRIK

MASYARAKAT SA'DAN ULU SALU BUTUH LISTRIK

Written By Metro Post News on Kamis, 12 Februari 2015 | 13.06

Toraja Utara - Masyarakat yang hidup di lembang (desa) Sa'dan Ulu Salu kecamatan Sa'dan kabupaten Toraja Utara masih sangat terisolir. Lembang ini adalah lembang yang paling Utara di Torut, dan juga merupakan daerah paling hulu dari Sungai Sa'dan yang mengalir ke beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Masyarakatnya belum menggunakan listrik. Menurut kepala lembang Sa'dan Ulu Salu, Yohanes Tikupadang, kepada awak media baru-baru ini disela-sela musrembang Sa'dan Ulu Salu mengatakan masyarakat masih menggunakan lampu minyak tanah, ditengah langkahnya minyak tanah dengan harga yang tinggi. Lembang ini jaraknya dari kota Rantepao kurang lebih 27 KM, yang harus ditempuh selama 2 jam perjalanan karena medan jalan yang masih cukup memprihatinkan jalan masih sebagian besar baru pengerasan jalan sehingga butuh perhatian pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju lembang ini. Lebih lanjut dijelaskan lembang ini juga hingga saat ini belum memiliki bangun kantor sehingga rumah kalem ( red: kades) yang harus dijadikan kantor lembang. Diakuinya bahwa lahan untuk kantor lembang sudah ada, tinggal bangunan yang belum ada. Untuk itu diharapkan tahun ini sudah bisa ada anggaran untuk kantor lembang. Ditambahkannya lagi bahwa lembang ini tidak ada sekretaris lembang yang ngantor, " saya tidak tahu adakah sekretaris atau tidak karena sejak oktober 2013 lalu hingga saat ini tidak ada sekretaris lembang yang datang " beber Yohanes yang dilantik oktober 2013 lalu. Lembang yang memiliki luas 12 km persegi dengan jumlah penduduk mencapai 3000 jiwa lebih. Sebagian besar adalah hutan. Namun masih wilayah Sadan Ulu Salu yang masih masuk kawasan hutan yang telah dihuni masyarakat sejak puluhan tahun lalu, disana sudah ada bagunan fasilitas publik seperti sekolah. Namun menurut Yohanes bahwa masyarakat yang tinggal dikawasan tersebut tidak membayar pajak kepada pemerintah. Padahal separuh dari masyarakat lembang Sa'dan Ulu Salu yakni 1500 jiwa tinggal dikawasan hutan tersebut. Diharapkan kawasan hutan yang telah dihuni masyarakat itu dirubah statusnya menjadi lahan produktif, mengigat sudah dihuni puluhan tahun dan didalamnya sudah ada bagunan pemerintah dan fasilitas umum lainnya. (Yudha Sirenden)  
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah