Headlines News :
Home » , » Pengurusan Pemakaman Melalui PTSP Dianggap Merepotkan Warga

Pengurusan Pemakaman Melalui PTSP Dianggap Merepotkan Warga

Written By Metro Post News on Rabu, 04 Februari 2015 | 11.56

Jakarta - Pengurusan pemakaman melalui izin Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di wilayah Jakarta Timur dianggap merepotkan bagi warga. Salah satunya dirasakan warga Klender, Rini (28) yang mengurus proses pemakaman baru untuk kerabatnya yang meninggal dan dikuburkan pada Senin (3/2). Rini mesti mengurus Surat Keputusan Retribusi Daerah (SKRD) dari kelurahan kemudian ke PTSP di Kantor Walikota Jakarta Timur, lalu kembali lagi ke kelurahan. SKRD ini menjadi ketentuan biaya retribusi yang harus dibayar warga. "Agak repot ya karena harus bolak-balik tapi cepat juga karena sehari langsung jadi," kata Rini, Selasa (3/2). Ia membayar retribusi sebesar Rp 80.000 untuk biaya per tiga tahun. Menurutnya, biaya itu sangat murah jika dibandingkan biaya yang harus dibayarkan pada pengurus makam secara langsung. Kepala PTSP Jakarta Timur Iwan Kurniawan mengaku pengurusan administrasi pemakaman cukup merepotkan warga. Dalam proses pengurusan ini warga harus memastikan ketersediaan lahan kosong di Taman Pemakaman Umum (TPU). Jika sudah pasti, barulah warga mengurus administrasi di PTSP. Ia mengatakan pengurusan pemakaman melalui PTSP bertujuan menghindari pungutan liar dari oknum yang ada di pemakaman. "Mereka bisa mematok biaya hingga Rp 1,5 sampai Rp 2 juta untuk retribusi," ungkap Iwan. Ia menuturkan, retribusi ini ditentukan berdasarkan lokasi dan kemampuan warga. Untuk kelas AA1 biayanya sebesar Rp 100.000 per tiga tahun sekali, kelas AA2 Rp 80.000 per tiga tahun sekali, kelas A1 Rp 60.000 per tiga tahun sekali, kelas A2 Rp 40.000 per tiga tahun sekali, kelas A3 gratis dengan syarat memberikan surat keterangan tidak mampu. Perbedaan kelas ini nantinya akan berpengaruh pada lokasi makam. "Misalnya yang paling rendah retribusinya ya lokasinya di dalam agak jauh." Iwan menjelaskan, Taman Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta Timur umumnya sudah penuh. "Hanya tinggal di TPU Pondok Rangon dan TPU Pondok Kelapa. Kalau tempat lain masih ada itu pasti menumpuk kuburan yang lama." Pihaknya berencana melakukan pendataan TPU mana saja yang masih tersedia untuk memudahkan warga.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah