Headlines News :
Home » , , , , » Salah Gunakan Dana BOS Kepala Madrasah Dicopot

Salah Gunakan Dana BOS Kepala Madrasah Dicopot

Written By Metro Post News on Rabu, 04 Februari 2015 | 12.37

Kepala Madrasah Aliyah Al-Munawarah Guppi Parepare diberhentikan sebagai Kamad MA dan dimutasikan ke Kantor Kemenag Kota Parepare untuk promosi jabatan yang lain, karena yang bersangkutan adalah PNS Kemenag. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 02 Juni 2014 dengan ketentuan bahwa jika dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan didalamnya akan dibetulkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Parepare, tanggal 03 Sya’ban 1435 H, bertepatan dengan tanggal 02 Juni 2014 M Pemutasian Dra. Hj. Hasnani MA sangat disayangkan atas adanya indikasi data yang diperoleh dari sekolah yang ditinggalkan diduga keras mengantongi dana BOS dan alat-alat lainnya berupa : 1. Dana BOS Rp. 37.000.000,- (Tiga puluh tujuh juta rupiah). 2. Anggaran Koperasi Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah) 3. Alat Sekolah antara lain : a. LCD dan layar b. Gentong Besar 1 buah c. Kulkas 1 unit d. Galon 10 buah e. Jumlah uang yang dikantongi dibawa lari dari Pondok Pesantren Al Munawarah Kota Parepare sebanyak Rp. 62.000.000,- (Enam puluh dua juta rupiah) Tindakan Kepala Sekolah yang dimutasi an. Dra. Hj. Hasnani, MA yang sudah mempunyai titel MA, masih berani-berani melakukan penyelewengan dan menodai titel yang dipangkunya sebagai Master Agama. Yang lebih fatal lagi yang dilakukan oleh Dra. Hj. Hasnani, beberapa bulan yang lalu telah didatangi oleh wartawan Metropost Ajatappareng, mau dikonfirmasi disekolahnya, dia tidak bersedia dikonfirmasi oleh dua orang wartawan / wartawati, malah dia marah-marah mengatakan ada urusan apa saudara datang mencari saya kemari, tidak ada urusan saya kepada saudara, maka jawab kami bahwa kami dari wartawan malah dia tambah emosi omongannya mengatakan saya tidak takut sama wartawan, silahkan muat saja dikorannya. Atas tindakan seorang guru Agama yang bertitel MA tersebut telah melanggar Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 8 ayat (1) yang berbunyi : “Barangsiapa dengan sengaja atau tidak sengaja menghambat dan menghalang-halangi, pengambilan data-data yang disinyalir melanggar hukum, maka dapat dipidana selama 2 tahun dan denda sebanyak Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah). Tak lama kemudian datang teleponnya Pimpinan Pesantrennya yang dia tempatnya mengajar, namanya tidak jelas. Karena signal putus-putus dia mengatakan Pak Rahim ini saya kenal dan menganggap melanggar memasuki sekolah saya tanpa seizin dengan saya, lalu saya jawab bahwa saudaralah yang melanggar, saya dua kali kesekolahnya Saudara tak pernah ditemuinya, lalu dia mengancam Saya buru Pak Rahim, Saya jawab bahwa kalau saudara omong yang benar, jangan sembarang omong, yang dikatakan kejar/ diburu adalah orang yang sukar dicari, kalau saudara jantan silahkan datangi saya, saya selalu berkantor di Jl. Veteran siang malam. Sangat disayangkan kepada Pimpinan Pesantren Al Muttaqin yang berani-berani mau membela gurunya tanpa dimintai keterangannya, apa sebabanya dan kesalahannya sehingga didatangi wartawan dan wartawati, baru pimpinannya harus membantu gurunya mencari solusi yang baik. Parepare, 2 Februari 2015 Metropost Ajatappareng
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah