Headlines News :
Home » » Koalisi Kekeluargaan Siap Ditinggal PDIP

Koalisi Kekeluargaan Siap Ditinggal PDIP

Written By Jainal Fatmi on Sabtu, 20 Agustus 2016 | 18.20

Jakarta: PDI Perjuangan keluar dari Koalisi Kekeluargaan bila mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017. Namun, pengurus pusat PDI Perjuangan diharapkan melihat fakta bahwa tidak semua kader di Jakarta mendukung Ahok.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DKI Jakarta Gembong Warsono tegas mengatakan menolak bakal calon gubernur petahana. Ia akan tetap melawan Ahok meski pengurus pusat mendukung Ahok.

Menurut Gembong, pengurus pusat PDI Perjuangan belum merespons suara pengurus tingkat Jakarta. "Pesan yang disampaikan DPD belum ditanggapi DPP. Mungkin, Rabu pekan depan baru ada umpan balik," kata Gembong saat dihubungi, Jumat (19/8/2016).

Gembong mengatakan, Pelaksana tugas Ketua DPD PDI Perjuangan Jakarta Bambang D.H. selalu berkomunikasi dengan pengurus DPP. Gembong berharap, Bambang mampu menyampaikan ke pengurus DPP bahwa kader di Jakarta menolak Ahok.

“Kami berupaya Pak Bambang sebagai mampu meyakinkan DPP kondisi sebenarnya di Jakarta," jelas Gembong.

Gembong melanjutkan, Koalisi Kekeluargaan sudah siap ditinggal PDI Perjuangan. Kalau begitu, koalisi ini tinggal menyisakan enam partai, yakni Gerindra, PKS, PPP, PAN, PKB, dan Demokrat. “Plan B Koalisi Kekeluargaan tanpa PDI Perjuangan.”

Ahok semakin dekat dengan dukungan PDI Perjuangan. Rabu 17 Agustus, Ahok bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Pada pertemuan tersebut, Ahok mengaku menyampaikan ke Megawati bahwa dirinya ingin didampingi Djarot pada Pilkada DKI 2017. Namun, Ahok menolak syarat mendaftar bakal calon gubernur ke PDI Perjuangan dan menjadi kader partai itu.

Menurut Ahok, Megawati belum memberikan jawaban, karena harus berembuk terlebih dulu dengan pengurus partai. Ahok merasa, respons Megawati atas permintaannya itu cukup positif.

Soal penolakan dari kader PDI Perjuangan, Ahok meminta Djarot menyelesaikannya. Menurut Djarot, semua kader dipastikan patuh pada putusan Megawati, termasuk bila PDI Perjuangan mencalonkan Ahok. Ia yakin tidak ada yang berani melawan titah Megawati.

Djarot mengungkapkan, perbedaan biasa terjadi di partai politik. Namun, pada akhirnya pengurus PDI Perjuangan di wilayah tunduk dengan keputusan pusat. "Begitu ada perintah dari Ketua Umum, dari DPP partai, pasti mereka setuju," kata Djarot.(Mtv)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah