Headlines News :
Home » , , » Mendagri Prihatin atas Ditangkapnya Irman Gusman Oleh KPK

Mendagri Prihatin atas Ditangkapnya Irman Gusman Oleh KPK

Written By Jainal Fatmi on Senin, 19 September 2016 | 02.23

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan keprihatinannya terkait ditangkapnya Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dalam operasi tangkap tangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya ikut prihatin setelah mencermati pernyataan ketua KPK. Mari kita ikuti proses ini sampai detail dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah," kata Tjahjo dalam pesan singkat, Sabtu (17/9/2016).

Tjahjo menuturkan, langkah KPK tentunya sudah melalui tahapan proses pencernaan, pemantauan, dan penyadapan yang panjang sebelum melakukan tindakan hukum, termasuk operasi tangkap tangan.

Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo telah sering memberikan peringatan kepada aparat hukum dan pemerintah agar bekerja secara profesional dan menghindari korupsi.

Jika dilakukan, hal itu memberikan dampak baik bagi negara dan masyarakat.

"Sebagai aparatur pemerintah janganlah jual beli jabatan, jual beli proyek, mengambil yang bukan haknya. Semua sudah ada aturannya. Ikuti prosedur dan aturan yang ada," ujar Tjahjo.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan hasil tangkap tangan yang dilakukan pada Jumat (16/9/2016) malam.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan suap terkait kuota gula impor.

"Pemberian kepada IG terkait kepengurusan kuota gula impor," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangan pers di Gedung KPK, Sabtu (17/9/2016).
  
Pengacara Irman Gusman Benarkan Kliennya Akan Keluarkan Rekomendasi ke Bulog

Pengacara keluarga Ketua DPD RI Irman Gusman, Tommy Singh, tak membantah kliennya memberi rekomendasi ke Badan Urusan Logistik sebagaimana permintaan Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

Irman kemudian dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi lantaran menerima uang Rp 100 juta karena menjanjikan pemberian rekomendasi itu.

"Itu kan tidak mengikat. Tapi masalahnya ada uang itu," ujar Tommy di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Menurut Tommy, pemberian rekomendasi tak menyalahi hukum. Apalagi, Irman disebut menyalahi wewenangnya sebagai penyelenggara negara karena hal tersebut.

"Saya bisa rekomendasikan Bapak tinggal di hotel Marriot. Bapak mau tinggal atau tidak, terserah Bapak. Tak mengikat," kata Tommy.

Soal uang yang disita dari kediaman Irman, Tommy menganggapnya janggal. Menurut dia, Irman tak mengetahui bahwa ada uang dalam bingkisan pemberian Sutanto.

Meski begitu, Tommy mengakui bahwa kliennya mengenal dekat Sutanto.
"Kalau tidak (kenal) kan tidak mungkin sampai keluarkan rekomendasi. Saya kenalnya sama bu Memi (istri Sutanto) saja," kata Tommy.

Sutanto menyuap Irman agar dia memberi rekomendasi kepada Bulog untuk memberikan jatah impor gula kepada perusahaannya di Sumatera Barat.

Pada malam penangkapan, Sutanto menyerahkan Rp 100 juta kepada Irman di rumah dinasnya. Uang tersebut kemudian ditemukan petugas KPK di kamar tidur Irman.

Sutanto merencanakan penyuapan kepada Irman bersama istrinya, Memi.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Irman, Sutanto, dan Memi sebagai tersangka.

Sutanto dan Memi sebagai pemberi disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Irman sebagai penerima disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999.

 


Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah