Headlines News :
Home » , , » KPU dan Bawaslu DKI Diminta Tegas Awasi Kampanye

KPU dan Bawaslu DKI Diminta Tegas Awasi Kampanye

Written By Jainal Fatmi on Minggu, 06 November 2016 | 11.33

Jakarta - Juru bicara pemenangan Ahok-Djarot, Ansy Lema, meminta Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengawas Pemilu Bawaslu DKI Jakarta  untuk bersama-sama mengawasi jalannya kampanye menjelang pemilihan umum DKI Jakarta.

Hal itu menyusul adanya pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa ada kepentingan politik tertentu yang ikut menunggangi aksi damai dan unjuk rasa warga kemarin, yang menuntut keadilan atas dugaan penistaan yang dilakukan oleh Gubernur Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Bawaslu dan KPU harus menjadi wasit yang netral, merdeka dari parpol dan pasangan calon," ujar Ansy Lema dalam acara dialog di rumah makan Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 November 2016.

Ansy melihat, dalam proses demokrasi, para pasangan calon bisa menjadikan pertemuan yang terjadi antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu sebagai contoh. Presiden yang akrab disapa Jokowi, dan Prabowo pernah berkompetisi tajam untuk memperebutkan kursi kepresidenan. Namun seusai kompetisi selesai, keduanya memberi edukasi kepada masyarakat dengan berdamai dan bersama-sama membangun Indonesia.

"Mereka memberi contoh. Silakan ada Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tapi pilkada ini jangan sampai merusak persatuan. Tidak boleh merobek perbedaan, tetapi kita harus menyikapinya secara dewasa dan saling menghormati sesama anak bangsa," tutur Ansy.

Juru bicara DPP Demokrat tim pemenangan Agus-Silvy, Imelda Sari, mengatakan netralitas penyelenggara memegang peranan penting dalam demokrasi. Terlebih adanya inkumben yang kembali mengikuti pemilu mempunyai infrastruktur kekuasaan yang kuat meski ia telah cuti.

"Soal ambulans misalnya. Seharusnya enggak ada mobil ber-banner keliling di beberapa wilayah. Untuk itu KPUD harus memberikan penjelasan secara clear, sehingga pembatasan enggak cuma dilakukan kepada kami," ucap Imelda.

Imelda berharap pihaknya juga dapat diberikan kesempatan yang sama dalam menaikkan popularitas pasangan calon serta elektabilitas mereka. "Saya meminta dua pasangan calon yang baru ini agar tidak banyak yang dibatasi. Iklan kampanye kami memang senang dibatasi karena bisa melakukan penghematan, tapi ini membuat sosialiasi berkurang."(*)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah