Headlines News :
Home » , » KPU Takalar Minta Dana Pilkada Rp 5 Miliar Dicairkan

KPU Takalar Minta Dana Pilkada Rp 5 Miliar Dicairkan

Written By Jainal Fatmi on Sabtu, 12 November 2016 | 23.23

attahiriyah
MAKASSAR -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Takalar mengaku kekurangan anggaran.

"Saat ini kami kekurangan anggaran Rp 10 miliar dari APBD Pokok 2016 masih ada tapi tinggal sedikit," kata Komisioner KPU Takalar, Attahiria Nas, Sabtu (12/10/2016).

Attahiria pun menjelaskan bahwa awalnya KPU mengajukan anggaran pelaksanaan Pilkada Takalar Rp 24 miliar namun tidak disetujui. Sehingga, kata Attahiria, KPU mengurangi menjadi Rp 19 miliar.

"Sebenarnya sangat sulit untuk kita kurangi anggaran Rp 24 miliar menjadi Rp 19 miliar karena tentu mempengaruhi sejumlah kegiatan," jelas Attahiria.

Seiring waktu pembahasan anggaran Pilkada Takalar, lanjut Attahiria, anggaran senilai Rp 19 miliar itu pun ditolak hingga disepakati senilai Rp 15 miliar saja.

Ironisnya, sebut Attahiria, anggaran Rp 15 miliar tersebut digelontorkan secara bertahap.

"Tahap awal Rp 10 miliar dari APBD Pokok 2016, kemudian yang Rp 5 miliar dari APBD Pokok 2017. Rp 5 miliar saja itu belum dicairkan," tambah Attahiria.

Attahiria menjelaskan, terkait anggaran Rp 2,8 miliar yang sudah diajukan lagi pada pembahasan APBD Pokok 2017 itu sementara ditunggu hasilnya.

"Karena anggaran untuk honor PPK, PPS dan lain-lain senilai Rp 2,8 miliar yang diajukan di APBD Perubahan 2016 tidak mungkin lagi karena APBD Perubahan 2016 sudah ditetapkan," ujar Attahiria.

"Kita mengeluh karena kita mengajukan anggaran yang tidak sesuai diberikan pemda. Sementara kita sudah menyusun seefisien anggaran. Lagian tidak ada yang berlebihan kita ajukan," tambah Attahiria.

Namun meski anggarannya terancam tak tepat waktu dikucurkan, Attahiria tetap optimistis pelaksanaan Pilkada Takalar berjalan lancar.

"Insyaallah kita optimis pelaksanaannya berjalan dengan baik tetapi kami tidak tahu kalau anggaran senilai Rp 10 miliar dari APBD Pokok 2016 habis," jelasnya.
"Insyaallah kita optimis pelaksanaannya berjalan dengan baik tetapi kami tidak tahu kalau anggaran senilai Rp 10 miliar dari APBD Pokok 2016 habis," jelasnya.

"Kalau Rp 10 miliar habis lalu anggaran 2017 belum cair ini bahaya, makanya kita selalu minta anggaran Rp 5 miliar itu cepat disalurkan apalagi ini sudah ada perjanjiannya,"

"Kalau anggaran Rp 5 miliar belum cair akhir 2016 ini, maka awal Januari 2017 sudah harus dicairkan.

Bagaimana caranya? Kita serahkan ke pemerintah karena memang kita tahu anggaran sangat sulit cair awal tahun dan biasanya nanti bulan Maret, tapi kami tak mau tau itu. Kita serahkan ke pemerintah saja," ujarnya.(*)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah