Headlines News :
Home » , » Pemadaman Listrik di Rusun Marunda akibat Miss Komunikasi

Pemadaman Listrik di Rusun Marunda akibat Miss Komunikasi

Written By armen on Rabu, 23 Agustus 2017 | 18.20

Jakarta-Sekitar 400 KK yang mendiami Rusun Marunda mengeluhkan adanya pemutusan PLN yang berdampak pada suplai air di 5 lantai Rusun Marunda di Blok B 1, 2, 3, dan 6. Kami yang membayar listrik lancar jadi kena imbasnya. Sekarang kami kesulitan air bersih karena listrik mati tidak dapat menggunakan fasum untuk mendapatkan air,” kata Milla, salah seorang warga Rusun sewa Marunda.

“Kami semua jadi kerepotan karena harus mengambil air di Masjid, belum lagi harus naik turun tangga,” ungkapnya. 22-8/2017.

kepala uprs marunda yassin pasaribu saat sitemap di ruangannya  terkait ada nya pemadaman listrik di blok b rusun marunda beliau menjelas kan memang listrik padam karena ada nya keterlambatan membayar dan ini bukan unsur sengaja tidak membayar secepat nya.

kita melakukan pembayaran itu ada prosesnya karena ini milik pemerintah, kami terima tagihan listrik pada hari jum at tanggal 18 agustus 2017 dan terakhir pembayaran tanggal 20 agustus 2017 sedang kan sabtu minggu itu kan libur tgl 19 dan 20 agustus dan kita bisa proses pembayaran hari senin sampai hari selasa kemarin kami sudah bayar tagihan nya ke PLN Pusat, jelasnya.

Sementara PLN Cabang Marunda mengadakan penyegelan, tidak mungkin kami tidak bayar pasti kami bayar disinilah terjadi miss komunikasi antara PLN Pusat dan PLN Cabang Marunda dan mengenai air yang di putus itu tidak benar air itu bisa mengalir karena memakai pompa dan menggunakan listrik pasum dan bila Listrik mati memakai gengset yang ada di masjid rusun marunda dan sore ini liatrik sudah dapat menyalah kembali, tambahnya.

Saya sudah menghadap ke kepala PLN Pusat dan Bank DKI dan sudah kami transper ke rekening PLN Pusat dan bukti transfernya saya bawa ke PLN Marunda untuk bukti bahwa kami sudah membayar. Kita sudah melapor ke 021 123 itu kan pusat yang melakukan penyegelan itu cabang PLN Marunda jadi ini lah yang namanya komunikasinya kurang sempurna, jelasnya.
Sebenarnya jika pembayaran listrik itu bisa dilakukan di PLN Cabang Marunda boleh boleh saja, tapi yang pasti jangan memberikan tagihan nya ke Dinas Perumahan bisa dobel kita bayar, langsung aja tagihan itu ke kami. Kalau PLN melakukan tagihan ke dinas sementara yang bayar kami, maka akan ada keterlambatan lagi nantinya.

Pemberitahuan tersebut seharusnya langsung saja ke kantor UPRS Marunda bukan ke dinas, karena yang memakai listri itu kan rusun marunda jadi langsung saja tagihannya ke kami kalau kami harus ke dinas lagi untuk mengambil tagihannya lalu kita bayar.
Saya sudah bertemu dengan kepala PLN dan Bank DKI untuk menjalin kerja sama yang baik ke depannya jadi tidak ada lagi yang namanya miss komunikasi, setidaknya kita menjaga hubungan yang harmonies. ids
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah