Headlines News :
Home » , » Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dipadati Masyarakat

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dipadati Masyarakat

Written By armen on Jumat, 27 Oktober 2017 | 12.48

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dipadati oleh Masyarakat yang antri mengambil surat tilangan baik dari satuan Satlantas maupun Dishub di Jl. D. I. Panjaitan, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur jumat 27/10 2017.

Proses pengambilan surat tilang di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, dari 800 nomor antrean yang disediakan, pihak kejari hanya menyediakan dua loket  pengambilan nomor antre yaitu loket satu dan loket dua yang menyebabkan membludaknya warga hingga kejalanan.

Dari antrean tersebut, membuat warga harus menunggu cukup lama. Tak sabar hampir tiga jam lamanya untuk menebus surat tilang dengan denda.

Sandi 25, dengan nomor antrean 381 mengaku kecewa. Pasalnya, meski ia datang dari pukul 08:00, namun SIM yang ditilang itu baru ia terima sekitar pukul 11:45. “Pelayanannya lama banget, harusnya dibuatkan loket yang banyak. Ini loket cuma ada dua,” katanya.

Menurutnya, akibat antrean yang lama itu, hari itu ia harus membolos kerja. Padahal, menurut perkiraannya Sandi, sebenarnya proses tilang biasanya hanya memakan waktu paling lama 30-60menit. “Ini yang paling lama, harusnya segera diperbaiki. Jangan kami terus yang menjadi korban dari ketidak becusan pihak kejari Jakarta timur, yang tidak memperhatikan permasalahan ini,” ungkapnya.

Sandi juga menyebut, masih banyaknya calo yang berkeliaran membuat pelayanan yang diterima warga sangat lambat. Pasalnya, petugas terlihat mendahulukan pemohon yang menggunakan jasa calo. “Itu yang pakai calo cuma nunggu satu jam sudah selesai. Tidak perlu mengantri dan panas panasan dari jalan sampai depan loket,” tutur karyawan swasta ini.

Antrean panjang juga dikeluhkan oleh Asep kusmani ( 36 )  warga Kabupaten Kuningan yang tertangkap oleh Satuan PJR diruas tol Cikunir  yang mengantri dari jam 08:15 pagi berdiri berdesakan sampai dijalan.

"Saya jauh ngantre panas panasan untuk ambil nomor antrean pas sampai diloket ada seorang wanita berkaos putih yang menyerobot antrean,saya lihat wanita itu datang dan pergi menyerahkan surat tilangan"

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Jakarta Timur, Sriyono mengatakan, seharusnya kalau warga tidak ingin mengantri sebaiknya menggunakan pelayanan online. Pasalnya, dalam satu hari di Kejari melayani pengambilan tilang yang mencapai 800  pemohon. “Pegawai kan harus mencari satu persatu, jadinya lambat,” ujar Sriyono 

Sedangkan perihal penambahan pegawai yang ada di loket untuk memecah antrian, Sriyono mengaku hal itu harus dibicarakan terlebih dahulu. Dengan melaporkan ke bagian kepegawaian dan prasarana barulah permasalahan antrian bisa diatasi. 

“Secepatnya kami laporkan. Cuma kami menyarankan ke warga untuk bisa memanfaatkan sistem online,” ungkapnya. ( met )
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah