Headlines News :
Home » , » DPP GPEI Gandeng ITPC Kembangkan UMKM

DPP GPEI Gandeng ITPC Kembangkan UMKM

Written By armen on Jumat, 23 Februari 2018 | 15.02

Jakarta-Perdagangan antar negara telah lama dilakukan oleh berbagai bangsa di dunia. Keunggulan komparatif menjadi salah satu motif perdagangan antarnegara atau sering dikenal
perdagangan internasional. Ekspor dan impor merupakan bentuk perdagangan internasional.
Banyak manfaat yang diperoleh dari perdagangan internasional ini, utamanya adalah
mengangkat branding suatu negara.
Sebagai contoh, kita mengenal Korea Selatan dengan branding negara pembuat smartphone
dan peralatan elektronik canggih lainnya, sedangkan Jepang sebagai negara dengan branding  terbesar otomotif dunia dengan merek terkenal, ujar DR Zaroni Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023, Kompartemen Pengembangan sekaligus sebagai moderator dalam acara talkshow UMKM Go Export.

Penciptaan branding suatu negara karena perdagangan ekspor juga menghasilkan surplus
perdagangan internasional atau sering kita kenal penciptaan devisa negara. Ekspor akan
menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ada 10 industri dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki permintaan ekspor yang cukup besar di pasar global, tambahnya.

Untuk menunjang hal tersebut pemerintah terus melakukan pengembangan melalui ekspansi penjualan produk UMKM ke luar negeri. Dalam meningkatkan ekspor produk UMKM, standardisasi produk yang dihasilkan usaha-usaha kecil adalah hal yang mutlak agar produknya dapat dijadikan input bahan baku bagi perusahaan global.

Dibutuhkan Peran berbagai asosiasi seperti Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) ditunjukkan dengan melakukan edukasi ke para anggotanya, pelatihan dan penggunaan teknologi produsi, pemasaran, dan pemberian solusi logistik ekspor, ujar Zahroni.

Sementara itu Sekjen DPP GPEI Susana Riana Sari yang akrab dipanggil Susan, menuturkan untuk kepengurusan 2018-2023, GPEI akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti memberikan training maupun pelatihan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang baru merintis usahanya terutama yang masuk dalam industry rumahan atau Home industry secara geratis.

Seperti diketahui E-commerce memiliki potensi yang sangat besar. Diperkirakan, di Indonesia jumlah orang yang berbelanja online pada tahun 2025 akan mencapai paling tidak sebesar 65 juta orang atau 22% dari total penduduk Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$46 miliar. Nilai perdagangan ini meningkat pesat dari tahun 2015 yang hanya berkisar US$1,7 miliar.

Sedangkan potensi ekspor di Indonesia terbuka luas. Permintaan ekspor di pasar global akan produkproduk Indonesia seperti furniture, kerupuk, biskuit, lada hitam, kopi, sarang burung wallet, pakaian, kosmetik, peralatan plastik, arang, marmer, granit, tekstil, dan komponen elektronik.

Untuk mewujudkan hal tersebut DPP GPEI meminta kepada seluruh anggotanya baik kecil maupun menengah untuk dapat memanfaatkan tecnologi informatika / IT serta digital marketing dalam memasarkan prodak dalam negeri terutama prodak-prodak yang dihasilkan oleh UMKM, jelasnya.

Susan menambahkan, pentingnya event-event seperti pameran produk dalam negeri yang dihasilkan oleh UMKM yang sering dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Untuk event pameran yang diadakan di dalam negeri agar dilakukan secara maksimal dengan mengundang buyer buyer dari luar negeri, ujarnya.

Perlu adanya dukungan pemerintah daerah maupun pusat dalam memasrakan prodak-prodak yang dihasilkan UMKM yaitu dengan cara menghimbau masing-masing Duta Besar berbagai Negara agar bisa menjadi customer service prodak market para anggota yang tergabung dalam GPEI, pintanya.

Hal ini dilakukan DPP GPEI sesuai arahan Presiden Jokowi kepada para Menterinya dan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia sangat tegas. Tidak tanggung-tanggung, target pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 11% per tahun harus dicapai mulai tahun 2018 ini. Semua komponen bangsa, baik Pemerintah, masyarakat, asosiasi usaha, dan perusahaan ekspor harus bekerjasama mewujudkan peningkatan ekspor Indonesia. Kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat akan dicapai dengan peningkatan ekspor ini, utamanya mendorong pengusaha UMKM untuk mengembangkan pasar ekspor, tegasnya.

Seperti diketahui The Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) adalah organisasi nirlaba milik pemerintah di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Pengembangan Expor Nasional Indonesia. badan tersebut merupakan bagian dari jaringan dagang global di bawah Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Nantinya DPP GPEI akan bekerjasama dengan ITPC dalam memasarkan produk-produk UMKM yang tergabung dalam GPEI

Sekjen menghimbau agar tugas dan peran pengurus DPP GPEI agar benar-benar dibenahi dan dievaluasi dengan melibatkan pelaku export itu sendiri, agar bisa lebih saling asih asah asuh sehingga dapat memahami masalah yang dihadapi, minimal dengan 3 point diatas untuk UMKM akan sangat berguna. Semisal negara China yang setiap tahun mengundang para investor dari luar negeri ke kota-kota di China dan berganti-ganti setiap tahunnya, untuk menunjang hal tersebut mereka bahkan menyiapkan semua akomodasi dengan gratis.

Jika ini dilakukan pemerintah Indonesia, dengan mengundang investor luar negeri ke Small and Medium Enterprises and Cooperatives (SMESCO) atau gedung Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), para exportir dari UMKM yang diwadahi koperasi dan bersinergy dengan perusahaan export yang kuat untuk membantu memasarkan hasil produknya dengan standard harga yang layak, dapat dipastikan akan meningkatkan pemasukan devisa negara non migas, tandas Sekjen DPP GPEI Susana Riana Sari. (met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah