Headlines News :
Home » , » Pedagang Sekitar Danau Sunter Meminta Kejelasan Walikota Jakut Soal Status Mereka

Pedagang Sekitar Danau Sunter Meminta Kejelasan Walikota Jakut Soal Status Mereka

Written By armen on Minggu, 04 Februari 2018 | 21.04

JAKARTA - Pasca penataan danau sunter yang dinilai pemkot jakarta Utara kurang rapih maka kios  di danau sunter Jakarta Utara dibongkar untuk ditata oleh pemkot setempat.Namun dengan pelaksanaan tersebut kini banyak dikeluhkan oleh para pedagang setempat  yang kehilangan mata pencarianya sehari hari.

Puluhan pemilik kios dikawasan danau sunter selatan mendatangi kantor koperasi  KPPOP yang bersangkutan,mereka menuntut hak nya dikembalikan agar mereka bisa kembali berjualan.mereka merasa selama ini sudah memberikan kontribusi berupa retribusinya

Ironisnya pedagang pedagang tersebut bukanlah ilegal  melainkan sudah terdaftar oleh koperasi yang berbadan hukum, namun demi penataan kota bangunan kios tetap dibongkar oleh pemkot Jakarta utara.

Tiga alat berat diturunkan oleh pemkot Jakarta Utara berupa belco untuk pengerukan lumpur yang  bertahun tahun terendap didalamnya dan hinga saat ini masih dalan proses pengerjaan.

Salah satu pedagang Sri  ( 43 )  yang terdaftar dikoperasi KPPOP bernomor anggota 51 merasa bingung bagaimana kelanjutanya setelah kiosnya dibongkar.

"Saya sungguh merasa bingung dan sampai kapan saya harus menunggu karena belun ada penjelasan dari koperasi dan koperasi juga menunggu dari Walikota",tuturnya.

Sementara ketua unum koperasi Pembina Profesi Olah Raga Perairan  ( KPPOP ) Edi Jubaedi  saat dikomfirmasi terkait izin koperasi  dikantornya menerangkan bahwa  koperasi ini sudah ada izin dan sudah berbadan hukum yang kuat.


"Koperasi ini sangat legal dasarnya adalah SK Gubernur nomor 183 uang dikeluarkan tahun 2014 dan surat surat sangat lengkap untuk mendirikanya"jelas Edi sambil menujukan surat suratnya kamis 1/1 2018.

Surat keputusan (SK) ini dikeluarkan untuk menunjang olahraga perairan diantaranya yaitu pemancingan dan pembinaan pedagang. 

Edi juga menambahkan dalam hal ini mempunyai beberapa keinginan  ingin melindungi para pedagang yang sudah tercatat sebagai anggota koperasi KPPOP.

"Harapan saya jangan dikemana manakan anggota pedagang kami yang berjumlah  (53) lima puluh tiga  dan saya juga ingin mengembalikan padagang bisa berjualan kembali secepatnya",ucapnya.

Dengan harapan tersebut Edi juga menambahkan agar dari pihak pemkot jakarta utara mejelaskan kepada para pedagang kapan dapat bejualan kembali,agar jangan terlalu menuntut dari pihak koperasi.

"Saya ingin ada dari pihak Walikota  Jakarta Utara memberikan penjelasan  kepada para pedagang  bagaimana kelanjutanya  untuk mereka, agar para pedagang jangan terlalu menuntut kepada pihak kpoerasi",tambahnya. ( met )
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah