Headlines News :
Home » , , » Pelabuhan Tanjung Priok Keluar dari “War Risk”

Pelabuhan Tanjung Priok Keluar dari “War Risk”

Written By Jainal Fatmi on Rabu, 27 Juni 2018 | 16.04

Jakarta MP - Joint War Committee ( JWC ) adalah sebuah lembaga non government di London yang terdiri dari wakil-wakil Lloyds of London Market dan International Underwriting Association (IUA) yang sebelumnya memasukan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke dalam daftar pelabuhan beresiko perang (war risk) yang dirilis pada September 2017.

seperti ditegaskan oleh Jendral Perhubungan laut,R Agus H Purnomo dengan dampak dimasukannya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke dalam daftar war list mengakibatkan  penambahan premi asuransi yang dibebankan kepada pemilik kapal yang menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok tidak kompetitif dan akhirnya pelabuhan tanjung priok dinyatakan sebagai pelabuhan yang aman oleh JWC yang sebelumnya dinyatakan sebagai pelabuhan yang beresiko tinggi di dunia dan ini akan menghapuskan beban premi tambahan bagi pengusaha pelayaran, sehingga pelabuhan tanjung priok menjadi lebih kompetitif,tegasnya pada 25/6/2018.

Alhamdulilah berkat kerja keras dan usaha kita semua akhirnya pelabuhan tanjung priok di keluarkan dari daftar pelabuhan beresiko tinggi akan perang(rilis war risk) JWC tersebut ini menunjukan adanya kepercayaan dunia pelayaran terutama pelayaran international terhadap pelabuhan tanjung priok,tambah Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga menyesali mengapa pelabuhan tanjung priok di masukan kedalam rilis war risk karena selama ini tidak ada gangguan keamanan di pelabuhan tanjung priok yang menyita perhatian dunia khususnya pelaku usaha dibidang maritim.

"Kami melayangkan protes kepada JWC dengan menunjukan data dan fakta bahwa pelabuhan tanjung priok aman dan akhirnya protes kami membuahkan hasil, sehingga JWC mengeluarkan pelabuhan tanjung priok dari daftar rillis war risk", jelasnya. 

Dengan begitu tentu saja beban tambahan premi asuransi kapal yang menuju pelabuhan tanjung priok dihilangkan dan seluruh perairan indonesia menjadi aman
bagi pelayaran,ini merupakan hal yang baik bagi indonesia karana investasi akan terbuka lebar bagi indonesia terutama di bidang pelayaran.

Dirjen Agus menambahkan.
Dalam rilis war risk joint war commite tertanggal 14 juni 2018 yang lalu,  perairan dunia terbagi dalam 5 kawasan dengan negara negara dengan perairan yang di katagorikan sebagai war risk yaitu kawasan Afrika dengan Libya,Somalia,Nigeria dan Togo,kawasan samudra Hindia yaitu laut Hindia,laut Arab,laut Eden,teluk Oman dan laut Merah,selanjutnya kawasan Asia yaitu Pakistan,kawasan Asia tengah yaitu Irak,Iran,Libia ,Libano, Arab Saudi,Syiria dan Yaman serta kawasan Amerika Selatan yaitu Venezuela.(met) 
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah