Headlines News :
Home » , , » Pemdes Andolo Utama Tolak Peralihan Pasar dikelola Pemda

Pemdes Andolo Utama Tolak Peralihan Pasar dikelola Pemda

Written By Jainal Fatmi on Minggu, 15 Juli 2018 | 20.34

Konsel MP-  Pemerintah Desa (Pemdes) Andolo Utama bersama Warga dan tokoh Masyarakat berserta kepolisian adakan pertemuan di kantor balai Desa  Andolo Utama Kecamatan Buke,Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, untuk memusyawarahkan pasar DU  yang akan diambil alih oleh pemda. 

Pemerintah Desa Andolo Utama merasa dikagetkan dengan datangnya surat keputusan (SK) dan surat pernyataan dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah yang di tanda tangani oleh Drs.Madilaa.,M.Si bernomor 841.1/729  yang berisi untuk menugaskan Karim Rumi.,S.Sos sebagai Ka UPTD menjadi pengelola pasar kecamatan yang di terbitkan pada Tanggal 5 juni 2018 dengan acuan Surat Keputusan (SK) Bupati Konawe Selatan H.Surunuddin Dangga Nomor 820/195/2018 pada tanggal 5 juni 2018.

karena itu untuk di ketahui bahwa acuan SK Bupati yang di tembuskan kepada Pemerintah Desa perlu di pertanyakan keabsahanya karena di SK tidak di tandatangani oleh Bupati Konawe Selatan H.Surunuddin Dangga.

Dengan pertemuan rapat koordinasi  Suyanto, SH.  kepala Desa Andoolo Utama, membeberkan semua dan menolak terkait status pasar DU Kecamatan Buke,bahwa pasar ini sejak Tahun 2014 pemerintahan Desa Andoolo Utama dan masyarakat yang mengelola Pasar DU ini bersama Masyarakat dan semua dengan transparan tanpa ada yang di tutupi.

"Jadi pasar   DU ini sudah di ketahui semua orang jadi saya rasa pasar ini tidak ada masalah kok tiba-tiba ada Surat SK terbit yang dikeluarkan Oleh Kepala Badan Kepagawaian Pendidikan dan pelatihan Daerah Kabupaten konawe selatan untuk ambil alih",ucapnya pada 13/7/2018.

Suyatno menmbahkan bahwa  Pemdes Andolo Utama telah mengantongi payung hukum dari Kementerian dalam Negeri bernomor 412-25/7513/sj pada Tanggal 11 Oktober 2013 yang juga secara serentak di layangkan kepada Gubernur, Bupati/Walikota, DPR Provinsi dan DPR Kabupaten tentang pengembangan dan pengelolaan pasar desa yang merujuk kepada Undang-Undang nomor 42/2007 tentang pengelolaan pasar desa.

"Saya berani Buat Perdes karena kami sudah resmi untuk mengelola pasar ini
bahkan selama kami kelola tidak pernah ada masalah malah pasar ini meningkat pesat,dan pengelolaannya pun secara transparan", tutup Suyanto.

Tokoh masyarakat  Desa Andolo Utama H.Mustor  saat dimintai keteraganya oleh Metro Post, dia mengatakan bahwa dia selaku tokoh masyarakat sangat tidak terima kalau pasar Desa ini akan di ambil alih oleh Pemda pasalnya dia mengetahui asal asulnya pasar tersebut. 

"saya tahu persis tentang pasar ini bahwa pasar DU  dibangun atas Swadaya masayaakat Andoolo Utama,dan pasar ini sudah resmi menjadi pasar Desa.jadi kami akan bersatu menolak keras atas Keputusan kepala BKD yang mau ambil alih pengelolaan pasar DU ini"ujarnya.(herman)        



Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah