Headlines News :
Home » , , » Media Sesalkan Audiensi Tertutup, Ketua DPRD Cirebon Minta Maaf

Media Sesalkan Audiensi Tertutup, Ketua DPRD Cirebon Minta Maaf

Written By Jainal Fatmi on Rabu, 01 Agustus 2018 | 15.45

Cirebon MP – Rapat  Pertemuan audiensi antara Aliansi Cirebon Menggugat (ACM) dengan penyelenggara pemilu baik pihak KPU maupun Panwaslu serta Desk pilkada dan Disdukcapil Kabupaten Cirebon,  yang difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Cirebon terkesan tertutup oleh awak media.

Bahkan bukan hanya tertutup, protap penjagaan yang dilakukan aparat kepolisian berlapis sehingga menuai kecurigaan.

Awak media menyesalkan keadaan tersebut, padahal hanya audiensi. Dan media juga berhak mengetahui apa yang akan dirapatkan terkait  hilangnya surat suara pada Pilkada bulan lalu. ketika audensi sebelumnya  awak media diperbolehkan meliput, hal ini menimbulkan kecurigaan bagi awak media.

Walaupun media sudah berkoordinasi dengan Kasat Intel Polres Cirebon minggu lalu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon yang menyatakan semuanya memperbolehkan untuk mengambil gambar dan meliput kegiatan ini. Namun hingga acara audiensi selesai sama sekali tidak bisa menerobos pengamanan yang super ketat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH  selepas audiensi menemui awak media dan  Ia meminta maaf kepada media.


“Ini hanya miss comunication, sebenarnya awal rapat ini memang tertutup, karena kita sebagai panitia anggaran yang mensupport anggaran untuk penyelenggara pemilu ingin mengevaluasi anggaran tersebut,” ucap Mustofa kepada wartawan Selasa 31/7'2018.

Namun, karena pihaknya ada teman-teman dari aliansi dan sekaligus ingin evaluasi terkait anggaran, maka rapat ini tertutup. “Dari teman-teman aliansi ini meminta tambahan keterwakilan maka saya setujui, namun tidak dalam rangka rapat evaluasi, maka rapat ini sebenarnya terbuka,”  jelas ketua DPRD. 

“Hasil fasilitasi dengan aliansi point-point ini bisa menjadi bahan untuk mempertajam saat rapat evaluasi dengan KPU, Panswalu dan Desk Pilkada,” imbuhnya.

Ia juga mengakuinya, memang pihaknya menginginkan rapat ini tertutup. Namun karena  ingin cepat memfasilitasi pertemuan antara aliasnsi dan penyelenggara pemilu, pihaknya menunda rapat tertutup tersebut. “Kami selaku Ketua DPRD meminta maaf kepada awak media yang tidak bisa meliput audiensi ini. 

Dengan penjelasan ahir Jimus panggilan akrabnya,  sangat  mengharapkan kepada awak media untuk mengerti bahwa pihaknya  tak pernah membatasi media untuk meliput.

"Bukan saya membatasi awak media, namun batasan itu hanya untuk peserta rapat,” tuturnya. (met/eka).                         


Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah