Headlines News :
Home » , » Pemilik Lahan Tuntut Haknya Untuk Selesaikan Pembayaran Royalty 3$ at Rp.1.341.000.000,- pada PT. MBS

Pemilik Lahan Tuntut Haknya Untuk Selesaikan Pembayaran Royalty 3$ at Rp.1.341.000.000,- pada PT. MBS

Written By armen on Jumat, 14 September 2018 | 13.40

Kendari MP -- Sebanyak 30.000 MT Ore Nikel yang terdapat di kawasan Jetty Kelurahan Mata kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), telah dilakukan penjualan oleh Saut Sitorus selaku pemilik saham PT. Multi Bumi Sejahtera (MBS), masyarakat pemilik lahan tuntut haknya sebab sampai saat ini belum menyelesaikan kewajiban pembayaran kompensasi dan royalty sebanyak 3$ MT atau Rp. 1.341.000.000,kepada masyarakat pemilik lahan.


Salah seorang warga dunggua konawe bernama Napoleon  juga merupakan pemilik lahan tambang ore, ia membenarkan adanya penjualan Ore Nikel yang dilakukan oleh PT. MBS sebanyak 4 tongkang dengan jumlah 30.000 MT, namun belum pernah ada transaksi pembayaran kompensasi dan royalty kepada pemilik lahan. Ujarnya pada 10/9/2018.

Kemudian Ore Nikel tersebut yang diangkut ke jetty mata maupun Ore Nikel yang berada di stock file merupakan hasil olahan perusahan PT. MBS. Awalnya sebelum Saut Sitorus membeli saham PT. MBS, Saut Sitorus pernah berjanji akan membayar kompensasi dan royalty kepada masyarakat pemilik lahan sesuai surat berita acara perjanjian tentang pembayaran royalty sebanyak 3$ per MT atau Rp. 1.341.000.000,terang Napoleon

"Saut Sitorus, tidak mengindahkan janjinya sesuai surat berita acara perjanjian tentang pembayaran royalty sebanyak 3 $ yang telah disepakati namun tidak pernah diselesaikan kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan" Paparnya

Anehnya lagi, belum diselesaikan pembayaran royalty, tiba-tiba pihak Saut Sitorus melakukan pembangunan basecam untuk kegiatan pertambangan selanjutnya di lahan masyarakat Dunggua Kecamatan Amongedo, namun masyarakat melarang dan menghalangi pihak Saut Sitorus untuk beraktivitas. Tegasnya Napoleon

Selaku pemilik lahan tidak akan membiarkan melaksanakan kegiatan pertambangan sebelum Saut Sitorus menyelesaikan kewajibannya membayar kompensasi dan royalty “pemilik lahan sangat kecewa dan kesal atas tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Saut Sitorus sebab tidak menepati janjinya”,. Ucapnya

"Atas perbuatan dan kebohongan yang dilakukan oleh Saut Sitorus, akhirnya masyarakat pemilik lahan yang diwakili oleh Napoleon, sejak tanggal 6 september 2018 melaporkan manajemen PT. MBS ke pihak kepolisian Polda Sultra, untuk dilakukan langkah penindakan secara hukum terhadap Saut Sitorus. Pungkasnya Napoleon. HERMAN.S
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah