Headlines News :
Home » , » Ratusan Aliansi BEM Universitas Muhamadiah Kendari, Demo di Depan DPRD Sultra

Ratusan Aliansi BEM Universitas Muhamadiah Kendari, Demo di Depan DPRD Sultra

Written By armen on Senin, 01 Oktober 2018 | 16.13

Kendari MP - Ratusan dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Universitas Muhammadiyah Kendari, menggelar unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 25/9/2018.

Pasalnya, dinilai gagal dalam kepemi
mpinan Presiden Ir-Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dipilih oleh rakyat itu sendiri untuk menjalankan tugas-tugasnya dalam mensejahterahkan masyarakat indonesia sesuai apa yang menjadi tujuan kemerdekaan Indonesia.

Namun hari ini apa yang menjadi harapan masyarakat ini tidak sesuai apa yang diingginkan, yang mana pemerintah yang di percayakan sebagai fasilitator dan mediator yang kemudian memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat agar perekonomian masyarakat sejahtera, tetapi realitas yang terjadi saat ini ekonomi
masyarakat sangat disayangkan.

"Dimana salah satunya melemahnya nilai tukar rupiah yang saat ini hampir mencapai Rp.15.000 per dolar hingga mengakibatkan dari pada naiknya BBM yang mengakibatkan sulitnya masyarakt dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya," ujarnya Ketua Bem Hukum, Muh. Fadri Leulewulu (Korlap I)

Selain itu juga maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk bekerja di Indonesia yang visanya berwisata di  tetapi realitas yang ada mereka bekerja di Indonesia dan ini sudah tidak sesuai apa yang menjadi bunyi Pasal 33 ayat 3. Yaitu Bumi
dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 

"Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) llegal yang bekerja di perusahaan pertambanggan yang harusnya pekerjaan pekerjaan tersebut diberikan oleh masyarakat indonesia",kata korlap.

kemudian terlepas dari itu  mereka juga menolak adanya aturan tentang pembatasan volume azan. " Menteri Agama seharusnya  jangan membuat  peraturan tersebut karena masyarakat merasa tidak dihormati dalam beragama, pungkasnya Fadri.

Maka dari  itu, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Universitas Muhammadiyah Kendari, menuntut dan meminta kepada DPR Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), agar mendesak Presiden Ir. Joko widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, untuk menormalisasi ekonomi Indonesia, memulangkan Tenaga Kerja
Asing,  yang ilegal dan mendesak Mentri Agama merubah aturan terkait volume Adzan.Tutup Korlap.(herman)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah