Headlines News :
Home » , » Ribuan Buruh Padati Gedung Sate

Ribuan Buruh Padati Gedung Sate

Written By armen on Rabu, 21 November 2018 | 08.22

Bandung MP – Ribuan buruh se Jawa Barat yang datang dari berbagai Federasi Serikat Pekerja,  menggelar aksi unjuk rasa di gedung sate Bandung,  Jawa Barat pada Senin 19/11/2018.

Aksi ini di pimpin oleh Muhamad Sudarta sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD FSP LEM SPSI), dia menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang masih menerapkann PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan dalam penetapan upah kaum buruh di Indonesia.

“Buruh merasa, bahwa PP 78/2015 tersebut menghilangkan peran serikat pekerja dan dewan pengupahan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan kaum buruh," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa  PP 78/2015 tak sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945.
"Hal lain buruh juga menganggap PP 78/2015 tentang pengupahan semangatnya tidak sejalan dengan Pancasila dan bertentangan dengan UUD 1945 serta undang-undang ketenaga kerjaan nomor 13 tahun 2003,” ungkapnya dalam rilis.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengajukan beberapa tuntutan, diantaranya :Penetapan UMK 2019 berdasarkan UU 13/2003 pasal 88 ayat (4), dan kenaikan UMK 2019 sebesar 20% dari UMK 2018,Tolak segala bentuk upah yang nilainya dibawah UMK 2019, Cabut PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, Gubernur membuat surat pencabutan secara resmi tentang PERGUB No. 54 tahun 2018, Gubernur membuat surat edaran kepada Bupati/Walikota se- Jawa Barat, untuk memfasilitasi perundingan UMSK tahun 2019.
“Dalam aksi ini kami mengajukan 5 tuntutan,setidaknya 5 tuntutan ini kami suarakan bersama ribuan buruh Jawa Barat,dari berbagai serikat pekerja, semoga perjuangan ini membuahkan hasil yang baik,” harapanya.

Dengan rendah hati pihaknya memohon maklum kepada seluruh masyarakat lainnya terutama masyarakat di Provinsi Jawa Barat jika menuju akhir tahun, di daerah kawasan  industri terjadi gejolak aksi unjuk rasa.

“Mohon dimaklumi, jika setiap menjelang penetapan upah selalu diwarnai dengan unjuk rasa di semua daerah padat industri, termasuk di Provinsi Jawa Barat yang merupakan pusat industri terbesar di asia tenggara, lebih lebih setelah lahirnya PP 78/2015 tentang pengupahan. Untuk memperjuangkan hak dan kepentingan kaum buruh di Provinsi Jawa Barat,"pungkasnya.(met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah