Headlines News :
Home » , » Bisnis Pertambang di Konut Berbaunya Tak Sedap

Bisnis Pertambang di Konut Berbaunya Tak Sedap

Written By armen on Jumat, 15 Februari 2019 | 12.44


Konut MP - Beberapa hari belakangan ini berita mengenai mafia pertambangan begitu hangat di perbincangkan, walaupun sebenarnya ini bukan hal yang baru, tapi isu ini kembali naik ke permukaan setelah adanya pernyataan yang sebenarnya cukup fenomenal di lontarkan antara Kabid dan Plt. dinas ESDM provinsi Sulawesi  tenggara yang pendapat nya saling berbeda.

Inilah potret antara kebijakan dan kepentingan satu sama lain yg patut di curigai tentang  bagaimana keterlibatan jajaran penegak hukum dan pemerintah daerah Provinsi yang “berselingkuh” dengan kepentingan pengusaha.

Kembali naiknya isu mafia pertambangan di sultra terkhusus di Konawe  Utara seharusnya jadi perhatian yang serius dari semua aparat penegak hukum di tingkat daerah dan pusat bukan lalu menjadi seperti " kentut " tak nampak tapi baunya terasa.

Kuatnya indikasi praktek mafia petambangan di Konut pun sudah sangat terasa namun pembuktian lah yang diperlukan, dan menjadi sebuah pertanyaan besar adalah mau atau tidak para penegak hukum membuktikan semua ini, ditengah banyaknya aparat penegak hukum sendiri yang terindikasi. Nuansa politis dan kepentingan  gajah-gajah inilah sulit untuk di bongkar.

Mafia pertambangan pun bukan hanya sekedar illegal mining, juga bukan hanya sekedar kriminalisasi dan rekayasa kasus di kegiatan pertambangan. Ada hal yang lebih besar lagi yang seharusnya dapat diungkap bagaimana carut marutnya dunia pertambangan khusus di Konawe Utara. Tidak pernah jelas penanganan persoalan pertambangan terkait adanya perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha. Ini lah yang sesungguhnya menyebabkan dunia pertambangan konut menjadi tercium baunya tapi tak terlihat.

Perselingkuhan penguasa dan pengusaha, terlihat cukup jelas namun karena ruang lingkupnya sangat politis sehingga sangat sulit untuk diungkap. Secara kasat mata tidak susah untuk menilai jika seandainya kegiatan pertambangan di wilayah kami dibarengi degan pengawasan secara terpadu serta penindakan nya tidak menganut sistem tebang pilih. Seyogyanya pemerintah sdh mengedukasikan kepada masyarakat tentang informasi berapa ton Ore nikel yg sdh keluar, berapa luas kawasan yg sdh di buka, estimasi kerugian lingkungan, berapa tenaga kerja lokal yg sdh di serap, lalu banding kan dampak positif apa yg sdh di dapatkan oleh rakyat dan daerah konut.

Tahun 2014 lalu LSM  LEMPETA Konut yang diketuai oleh Ashari. S.sos pernah langsung  melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PT. stargate Pasific resource terkait semua pelanggaran nya, namun kenyataan pahit dgn rasa kekecewaan kami dalam hasil koordinasi dan supervisi oleh deputi pencegahan korupsi KPK di bidang pertambangan pada akhir tahun 2014 merilis bahwa di kabupaten Konawe Utara di nyatakan clear tanpa masalah. padahal di dalam makalah korsup atau temuan data awal yang di rangkum dari semua sumber ( stakeholder ) menyebutkan di antara nya kurang bayar pajak, NPWP tak terdaftar, termasuk kerusakan lingkungan terparah ada di bumi Konawe Utara, ungkap Ashari.

LSM LEMPETA hanya berpesan kepada ESDM provinsi, untuk menjalankan tugas dan fungsinya degan baik, jangan ada lagi sistem tebang pilih dan dapat implementasi kan UU 23 terkait kewenangan pemerintahan agar amanah bukan di manfaatkan dengan memanfaatkan aji mumpung, tegas Ketua LEMPETA, Ashari S.Sos. Herman.s

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah