Headlines News :
Home » , » DPW LSM Wasindo Sultra Hearing PT.VDNI Terkait Pernyataan Bupati Konawe

DPW LSM Wasindo Sultra Hearing PT.VDNI Terkait Pernyataan Bupati Konawe

Written By armen on Rabu, 20 Februari 2019 | 16.15

KENDARI MP - DPW LSM Wasindo Sultra Hearing Pihak PT.Virtu Dragon National Industri (VDNI) di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Pada Senin(17/02/2019).

Dalam  hearing ini bukan hanya Pihak Perusahaan yang hadir tetapi hadir juga dari Pihak  Imigrasi Kelas I A Kendari,Dari Dinas Tenaga Kerja Dan Trasmigrasi Serta  dari Dari Pihak Pemda Konawe.

Dimana Adanya wacana pengusiran terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ilegal asal Cina oleh Kery Saiful Konggoasa selaku Bupati Konawe, mendapat dukungan penuh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wasindo Sultra.

Pengusiran tenaga kerja asing (TKA) Khususnya yang Ilegal yang beraktivitas di Perusahaan PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) terletak di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) disebabkan pihak perusahaan tersebut tidak melaksanakan kewajiban pajak seperti pajak Izin mendirikan Bangunan( IMB) dan Izin Amdal serta Izin Mempekerjakan Orang Asing (IMTA) ke Pemda Konawe dengan nilai millyaran Rupiah."Tutur Perwakilan DPW LSM Wasindo Sultra.

Dalam Hearing tersebut pihak LSM Wasindo Sultra, mendesak Gubernur Sultra Ali Mazi untuk mengusir TKA Ilegal yang berada di Perusahaan PT. VDNI dan memberikan dukungan atas langkah yang ditempuh oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa”

Selain itu, ia juga mendesak Kantor Imigrasi Kota Kendari dan Dinas Tenaga Kerja Sultra untuk memberikan daftar nama tenaga kerja asing (TKA) yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara Ungkap Dari Perwakilam Wasindo Sultra.

Dalam hearing tersebut Barron Ichsan  Kepala kantor Imigrasi Kelas I Kendari Memberikan jawaban semua pertanyaan yang di lontarkan oleh Perwakilan DPW LSM Wasindo.
Dimana jawaban Pihak Imigrasi mengatakan Jumlah Tenaga kerja Asin (TKA) Per januari dan Februari  Sebanyak 845 Orang, sedangkan mengenai Pengawasan terhadap TKA kami tidak punya wewenang Untuk Memeriksa sebab TKA  Masuk ke Kendari dari Pelbagai penjuru, ada yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta,dan ada masuk Melalaui Bandara Hasanuddin Makassar."jadi Kami Pihak Imigrasi Tidak Ada Wewenang Untuk Memeriksanya lagian mereka kadang hanya melintas di Kendari karena para TKA ini kebanyakan ke Morowali.

Di tempat yang sama Perwakilan dari Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa Melalui Pjs  Sekda Konawe  Ferdinand Terkait Pernyaataannya Bupati Konawe ang sempat Virall di Sosmed mengatakan apa yang di lakukan Pak Kery akan mengusir TKA dari Cina terkait pernyataan tersebut hanya Untuk TKA yang Ilegal saja kami akan lakukan tindakan bukan yang kepada TKA Legal tapi hanya yang ilegal saja,mana berani kita usir yang Legal."Kata Pjs Bupati Konawe

dan apa yang dilakukan Bupati Konawe Pak Kery adalah Merupakan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat yaitu kepada para pekerja lokal,dimana para TKA yang bekerja Di Virtu tidak berdampak Positif bagi Masyarakat Sultra,sebab tidak ada pamasukan untuk Pemda maupun Pemprov Sultra. herman.s
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah