Headlines News :
Home » » Dr Neni : Kami Terus Tingkatkan penanganan Dan Pencegahan Stunting

Dr Neni : Kami Terus Tingkatkan penanganan Dan Pencegahan Stunting

Written By Metropost on Rabu, 10 Juli 2019 | 12.44

Cirebon MP - Stunting atau pendek masih menjadi masalah gizi utama bagi balita (bayi dan anak usia di bawah lima tahun) di Indonesia, yang harus segera dientaskan untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045  SEAMEO Recfon yang diluncurkan oleh Menteri  Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohamad Nuh pada  29/11/2010 sebagai organisasi bidang pangan dan gizi kerja sama menteri-menteri pendidikan se-Asia Tenggara dengan pengampuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus berkontribusi dalam program program pengentasan stunting.

Di Kabupaten Cirebon kususnya kecamatan Sumber ada Puskesmas  yang sangat perduli dengan Stunting, bahkan sebelum nama Stunting meroket sudah melalukan penelitian hingga saat ini masih melakukan kegiatan penanganan gizi buruk terhadap anak balita maupun ibu hamil.

Dikatakan kepala Puskesmas Sumber Dokter Neni Supriani pihaknya sampai saat ini masih melakukan tindakan baik pencegahan atau pun penanganan Stunting yang di derita oleh anak anak termasuk tindakan preventif utk anak remaja putri dan ibu hamil.

"kami masih melakukan penanganan kepada masyarakat dan himbauan terhadap ibu hamil yang kurang memahami arti Stunting. Bahkan kami juga  memberi bantuan makanan berupa susu dan makanan pendamping lainya", tutur Neni pada 9/7/2019.

Menurutnya, Stunting ini tak perlu dipanikan karena masih ada kesempatan untuk  penyembuhanya, dan pihaknya  dibantu oleh beberapa Dokter coas telah menemukan penyebab Stunting.

"Salah satu penyebab tingginya stunting di  ditengarai akibat bayi dengan berat badan  lahir rendah  dikarenakan semasa hamil si ibu kurang perhatikan pentingnya kebutuhan gizi atau kurang memeriksakan kandungan kepada bidan atau dokter  terkait" ujar kepala Puskesmas Sumber.

Ia berharap ada campur tangan instansi terkait untuk  mengurangi kekerdilan kapada bayi yang lahir. Dan dengan kegiatan  tersebut juga butuh perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon dan perhatian dari semua sektor karena penyebabnya yang beragam terutama masalah ekonomi, pola asuh dan pentingnya berKB.

Penanganan ini sudah membuahkan hasil  beberapa kelurahan dan Desa yang sudah terlihat perkembanganya melalaui Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) dan pemeriksaan rutin di Puskesmas.(met/eka)
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

11 Juli 2019 15.00

kadiskes kab Cirebon mohon perhatikan tentang gizi buruk di kecamatan Sumber

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah