Headlines News :
Home » » Guru Cabuli Muridnya Ditangkap Polisi

Guru Cabuli Muridnya Ditangkap Polisi

Written By Metropost on Jumat, 26 Juli 2019 | 22.55

Jakarta MP - Marak terjadi tindak asusila Cabul yang dilakukan oleh pengajar didik di sekolahan. Perbuatan ini dilakukan seorang guru olahraga  berinisialkan JD di salah satu sekolahan Swasta Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, pelaku ditangkap polisi berdasarkan laporan polisi no 602/K/VII/2019 yang dikeluarkan oleh Polres  Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto memaparkan bahawa pelaku telah mengakui perbuatanya yang dilakukan kepada korban yang masih  duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

"Kalau pengakuan dari korban kurang lebih 6 bulan yang lalu karena korban sendiri Mawar (nama samaran) mengakui 6 kali diraba raba  dan diremas diwaktu  yang berbeda kejadian pada sekitar bulan Maret", jelas Budhi dalam jumpa Pers pada 26/7/2019.

Pelaku melancarkan aksi bejadnya di jam olahraga dengan modusnya, JD selalu memisahkan ruang  untuk kegiatan olahraga  antara laki-laki dan perempuan. Sementara siswa laki-laki melakukan praktik olahraganya  dilapangan/diluar ruangan, sedangkan JD memberikan teori siswa perempuan di dalam kelas. Saat di dalam ruang kelas pelaku melakukan aksi nafsunya kepada korban.

"Pelaku memisahkan antara murid laki laki dan perempuan. Kemudian, pelaku pada saat melakukan atau memberikan pembelajaran ada berupa teori dan praktik. Pada saat memberikan teori dia menyetelkan video dalam suatu ruangan, pada saat itulah dia kemudian mendekati korban kemudian membuka celananya. Dan membuka 'ininya' sehingga pelaku mulai meraba-raba mulai dari payudara sampai kemaluannya," kata Kapolres Jakarta Utara.

"Adapun setelah kami lakukan proses pemeriksaan modus operandi yang dilakukan adalah pada saat jam olahraga. Pelaku ini temperamen dan sering kasar terhadap muridnya, dan sering mengancam kalau tidak nurut maka tidak akan memberikan nilai bagus terhadap muridnya. Ini yang membuat murid menjadi tertekan kemudian murid menuruti apa yang diinginkan oleh pelaku," tambah Budhi.

Menurutnya, Perbuatan bejad ini juga diketahui oleh beberapa siswa perempuan yang mengetahui kejadian ini, namun mereka tak pernah berani mengadu kepada orang tuanya si korban.

"Ada saksi di sini, ada lima saksi di antaranya saksi ini juga melihat perbuatan yang dilakukan oleh pelaku. Tapi karena memang di ancam nanti tidak diberikan nilai yang bagus sehingga mereka tidak berani mengadu," jelasnya.

Ia juga mengatakan, pelaku melakukan perbuatanya berdasarkan JD tertarik oleh kepolosanya,kecantikanya dan fostur fisiknya"Dia melakukan dengan alasan tertarik dengan kecantikan,dan bentuk fisik korban",pungkas Kombes Budhi.

Polisi  menyita barang bukti berupa clana dalam yang berbecak coklat,beha,dan seragam olahraga. Polisi saat ini masih mendalami apakah masih ada korban lainnya.JD dikenakan pasal 82 (ayat 2) UURI no 35 tahun 2014 tentang  perlindungan anak. (met)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah