Headlines News :
Home » » Puskesmas Sumber Tangani Balita Kurang Gizi

Puskesmas Sumber Tangani Balita Kurang Gizi

Written By Metropost on Senin, 01 Juli 2019 | 11.32

Cirebon MP - Permasalahan  kekerdilan atau Stunting berasal dari kurangnya kepedulian orang tua terhadap anak terutama kepada ibu hamil yang kurang mengomsumsi makanan bergizi.

Hal tersebut disampaikan kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sumber Dokter Neni  Supriani.  Stunting dapat mempengaruhi kecerdasan anak di masa perkembangan 1-5 tahun. Dalam penanganannya memerlukan data yang akurat sehingga jika datanya keliru maka penanganannya pun akan keliru.

“Dengan studi ini nantinya akan ada gambaran apa yang akan kita lakukan, dimulai dari Kelurahan Sumber sampai ke Desa Desa se Kecamatan Sumber ”, kata dokter Neni.

Neni  juga melakukan penelitian di wilayah Desa Sidawangi, kecamatan Sumber terkait bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang ditemukan didesa tersebut.

”Salah satu penyebab tingginya stunting di Desa Sidawangi ditengarai akibat bayi BBLR," ujar kepala Puskesmas Sumber.

Dalam sosialisasinya, ia menyampaikan pelaksanaan studi ini didorong oleh dua isu besar,  yaitu persoalan stunting yang selain menjadi isu nasional juga menjadi masalah internasional serta persoalan data yang akan dijadikan rujukan dalam menangani stunting di daerah-daerah.

“Karenanya kegiatan ini menjadi tanggung jawab bersama sehingga semua pihak  Kecamatan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Pemerintahan kelurahan dan Desa, hingga para Bidan Desa dan kader posyandu di 10 kelurahan 2 desa se kecamatan Sumber diharap dapat menyukseskannya,” harap Neni.

Dari  hasil sosialisasinya Neni dan dibantu Dokter Coas menemukan 13 balita di Desa Sidawangi kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon yang berat badanya kurang saat ditimbang, hal ini disebabkan kurang kesadaran gizi yang diberikan oleh orang tuanya. Menanggapi hal itu Puskemas berserta kadernya berusaha memberikan solusi dan batuan makanan bergizi .

Dokter Neni menyayangkan kepada masyarakat Stunting disandang kebanyakan dari ekonomi rendah dan orang tua yang memiliki  2 anak balita atau lebih.

"Terbanyak karena ekonomi tapi tidak  mau pake KB, dari 13 balita itu ada 11 balita yang orang tuanya punya lebih dari atau 2 anak balita",jelasnya kepada Metro Post melalui pesan singkat Watsap pada 30/6/2019.

Neni menyampaikan Pihaknya sudah berusaha se optimal mungkin untuk memberikan bantuan kesehatan baik berupa makanan tambahan maupun KB.

"Kami sudah berusaha optimal untuk itu , kami tidak bisa kerja sendirian tanpa dukungan linsek...Karena tanggung jawab semuanya, apalagi terkait ekonomi dan KB yang diluar wewenang kami,kami bantu untuk KBnya Karena masih ada sebagian tupoksi kami untuk itu selain UPT P5 K",tuturnya.

Hal serupa juga di katakan oleh Sunaria kader Puskesmas Sumber bahwa tim nya sudah bersosialisasi dan memberikan bantuan makanan tambahan  berupa susu dan Pendamping Makanan Tambahan (PMT) yang lainya.

"karena banyak balita yang kurang berat badanya kami selaku kader Puskeas telah memberikan makanan tambahan berupa susu  yang akan memicu penambaham berat badan",ucap Ria.

Ia juga sangat membutuhkan kerja samanya orang tua akan sadar dengan Keluarga Berencana (KB) dan pemberian makanan bergizi untuk anak balitanya.

"semua berawal dari orang tua jika memperhatikan kebutuhan gizi anaknya dengan baik,  maka akan memperbaiki masalah Stunting yang sedang di perhatikan oleh Dinas Kesehatan",katanya.

Kegiatan peneltian ini akan terus di kembangkan oleh pihak puskesmas dan kader puskesmas maupun kader  kader kelurahan dan yang terkait didalamnya. kegiatan  tersebut juga butuh perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon dan perhatian dari semua sektor karena penyebabnya yang beragam terutama masalah ekonomi, pola asuh dan pentingnya berKB. (met/eka)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah